Gus Ipul Pastikan SD dan SMP di Kota Pasuruan Siap Gelar PTM

  • Bagikan
Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akan menggelar ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai besok, 20 Mei 2020. (Foto: Istimewa)


Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan semua sekolah di Kota Pasuruan baik itu SD maupun SMP sudah siap menggelar ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai besok, 20 Mei 2020.

Kepastian itu disampaikan Gus Ipul usai berkeliling SDN Kebonagung Kota Pasuruan, Rabu 19 Mei 2021 siang. Gus Ipul melihat langsung kesiapan SD ini menyambut PTM besok pagi. Ini adalah jawaban Gus Ipul menanggapi keluhan orang tua yang ingin anaknya kembali sekolah.

“Saya kira, dari semua sekolah yang ada di Kota Pasuruan persiapannya untuk PTM sudah matang semua. Insyallah besok pagi, bertepatan dengan momentum hari kebangkitan nasional, Pemkot akan menggelar uji coba PTM untuk pertama kalinya sejak pandemi,” katanya.

Gus Ipul berharap, momentum hari kebangkitan nasional ini menjadi suntikan semangat sebagai penanda bangkitnya dunia pendidikan di Kota Pasuruan. Ini adalah ikhtiar bersama agar generasi penerus bangsa bisa kembali bersekolah, tapi ada jaminan kesehatan mereka.

“Sudah siap semua. Guru – guru juga sudah divaksin semua, termasuk tenaga pendidik lainnya. Sekolahnya sudah disemprot disenfiktan dan upaya – upaya lain. Mudah – mudahan ini aman untuk anak – anak sekolah,” urai mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

Dia mengatakan, Pemkot juga sudah memberikan sosialisasi langsung ke siswa melalui orang tua. Siswa diberi penjelasan mekanisme mulai berangkat sekolah, saat berada di sekolah hingga pulang dari sekolah. Semuanya dijelaskan secara rinci.

Di sisi lain, Gus Ipul juga menyebut, setiap sekolah wajib membentuk tim satgas COVID-19 tingkat sekolah. Gugus tugas ini yang akan bertanggung jawab atas semua yang ada di sekolah. Mulai dari pencegahan hingga penanganan ketika ditemukan ada siswa yang sakit.

“Untuk pencegahan, satgas tingkat sekolah ini menyiapkan segala keperluan penerapan protokol kesehatan, mulai tempat cuci tangan, handsanitizer, alat pengukur suhu badan, dan lain sebagainya. Itu harus dipastikan semuanya lengkap,” lanjut dia.

Untuk penanganan, lanjut Gus Ipul, satgas tingkat sekolah harus sudah menjalin kerjasama dengan puskesmas terdekat dari sekolah. Jadi, ketika ada terjadi apa – apa, penanganannya bisa cepat dan tidak sampai terlambat. Hal ini menjadi penekanan satgas sekolah.

“Kami juga mengajak pak camat, pak kapolsek dan pak danramil ikut mengawasi ujicoba PTM ini. Saya hanya berharap semuanya berjalan lancar dan baik. Saya juga dukungan dan kerjasama dari semua pihak untuk mensukseskan ujicoba PTM ini,” papar dia.

Sekadar informasi, untuk tahap awal, Pemkot Pasuruan hanya memberlakukan 30 persen dari total siswa yang ikut ujicoba PTM di sekolah. Sisanya, tetap mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dari rumah atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Ini hanya uji coba. Nanti kalau sudah diberlakukan secara resmi oleh kementrian serentak, mudah – mudahan kapasitas siswa yang masuk bisa lebih banyak. Ukurannya dalam uji coba ini, kalau berhasil, tidak menutup kemungkinan kuota siswa PTM ditambah,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala SDN Kebonagung Hamidah mengatakan sudah menyiapkan segala keperluan untuk menyambut PTM ini. Menurutnya, apa yang menjadi instruksi pak wali sudah dilaksanakan. Ia optimis uji coba PTM di sekolahnya ini berhasil dan sesuai prokes.

“Kebersihan kamar mandi, dan kelas sudah diperhatikan, lengkap dengan segala kelengkapan di dalamnya. Kami ada 30 kelas, wastafel atau tempat cuci tangan kami siapkan 45. Sudah ada handsanitizer, sabun dan tisunya. Insyallah kami siap sukseskan ujicoba PTM,” imbuhnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *