Harga PCR Turun, Diharapkan Bisa Atasi Pandemi Covid-19

  • Bagikan



SuaraKupang.com – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan, kebijakan pemerintah mengatur kembali harga tes polymerase chain reaction (PCR) sehingga berkurang sekitar 45% dari batas harga tertinggi sebelumnya, sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan hasil diagnosa Covid-19 secara lebih cepat. Di samping itu, akan dapat membantu mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Sesuai arahan Bapak Presiden (Joko Widodo), guna memperbanyak jumlah dan mendorong pelaksanaan testing, pemerintah telah melakukan pengaturan kembali harga tes PCR, sehingga kini berkurang sekitar 45% dari batas harga tertinggi sebelumnya. Hasil pemeriksaan juga bisa didapatkan masyarakat dengan lebih cepat, sehingga kasus terkonfirmasi segera bisa ditindaklanjuti,” katanya melalui keterangan resminya, Selasa (17/8/2021).

Johnny mengatakan, apabila tes PCR semakin murah dan cepat (prosesnya), tentu akan mempermudah masyarakat yang memerlukan hasil diagnosa Covid-19 tersebut.

“Perlindungan kesehatan rakyat semasa pandemi Covid-19 selalu menjadi prioritas utama. Semoga kebijakan baik ini dapat memotivasi lebih banyak warga untuk bersikap proaktif melakukan tes secara mandiri, sehingga pada akhirnya Indonesia lebih cepat pulih dari pandemi,” jelasnya.

Ia mengharapkan dukungan dan kerja sama segenap pihak agar dengan niat baik berusaha mematuhi kebijakan baru yang ditetapkan, sehingga makin banyak rakyat dapat mengakses tes PCR dan hasil tes dapat diketahui dengan lebih cepat.

Pemerintah telah melakukan pengaturan kembali harga tes PCR sehingga berkurang sekitar 45% dari batas harga tertinggi sebelumnya sebesar Rp 900.000. Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/2845/2021 Tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), harga tes PCR yang baru ditetapkan untuk wilayah Jawa-Bali sebesar Rp 495.000 dan untuk luar Jawa-Bali sebesar Rp 525.000.

Sementara itu, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemkes) Abdul Kadir mengatakan, selain penurunan harga tes PCR, mulai Selasa (17/8/2021) besok, hasil tes swab real time PCR untuk mendiagnosa Covid-19 sudah bisa keluar dalam waktu 1×24 jam setelah pemeriksaan.

“Kami mengharapkan dinas kesehatan daerah provinsi dan kabupaten/kota harus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan pelaksanaan batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR sesuai dengan kewenangan masing-masing,” kata Kadir saat memberi keterangan pers daring tentang “Penetapan Harga Acuan Tertinggi Swab RT-PCR” Senin (16/8/2021).

Kadir mengatakan, hasil tes PCR selama ini lama baru keluar karena ada beberapa kendala. Salah satunya, menggunakan mesin PCR dua macam, yakni Tes Cepat Molekuler (TCM) dan metode Nucleic Acid Amplification Test (NAAT).

Menurutnya, pemeriksaan menggunakan TCM hasilnya keluar 2 atau 3 jam kemudian. Sedangkan PCR umum yang seperti saat ini banyak digunakan di laboratorium dan rumah sakit membutuhkan waktu 8 jam.

“Kenapa lama, karena sampel yang masuk tidak bersamaan tetapi mungkin ada 5 atau 6 sampel dan menunggu waktu agar sampelnya bisa penuh baru diputar (diperiksa). Itu salah satu penyebabnya,” terangnya.

Kendala lain, lanjut Kadir, ada daerah yang sampelnya harus dikirim terlebih dahulu ke daerah lain yang laboratoriumnya ada mesin PCR. “Hal ini tentu membutuhkan waktu karena harus dilakukan pengiriman,” paparnya.


Photo Credit: Seperti diketahui, salah satu cara paling akurat untuk mendeteksi infeksi virus Covid-19 yaitu melakukan tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR). FILE/Dok/IST. PHOTO

 

Indra Christianto
Latest posts by Indra Christianto (see all)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *