Harga Pertamax Naik, Driver Online di Malang Terancam Rugi

Titik penjemputan transportasi online di depan Stasiun Malang (Foto: Lalu Theo/ngopibareng.id)

[ad_1]

Pemerintah Republik Indonesia (RI) sudah memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak jenis Pertamax dari Rp9 ribu menjadi Rp16 ribu per liter. Kenaikan harga BBM jenis Pertamax ini lantaran mengikuti dinamika harga minyak dunia.

Kebijakan ini bakal diberlakukan pada April 2022, bulan depan. Sementara untuk BBM jenis Pertalite pemerintah menjamin tidak ada kenaikan. Harganya pun masih sama, yakni sebesar Rp7.650

Naiknya harga BBM jenis Pertamax ini dinilai sangat berdampak terhadap para pekerja di sektor transportasi online, seperti yang terjadi di Kota Malang. Salah satu Driver Gocar, Suyanto, usia 38 tahun, mengatakan bahwa naiknya harga Pertamax bakal menambah biaya operasionalnya.

“Jadi sangat berpengaruh kenaikan harga Pertamax ini. Kebutuhan bensin saya per harinya itu Rp100 ribu. Kalau naik kan biayanya bertambah,” ujarnya pada Kamis, 31 Maret 2022.

Suyanto seringkali mengambil penumpang dari titik-titik kedatangan orang seperti Stasiun Malang hingga Terminal Arjosari. Pria bertopi tersebut berharap agar harga Pertamax ke depannya masih stabil dan tidak jadi dinaikkan.

“Harapan saya sih harganya (Pertamax) masih tetap stabil. Agar kami yang bekerja di lapangan ini juga enak,” katanya.

Driver Gocar lainnya, Agus, usia 50 tahun, berharap agar harga Pertamax nantinya tidak mengalami lonjakan yang drastis karena akan berdampak kepada driver.

“Saat ini harga Pertamax katakanlah Rp9 ribu. Lah ongkos kami saja, sekali jalan itu Rp9 ribu. Itu pun sekali jalan bisa sampai lima kilometer. Belum lagi kalau pelanggan menggunakan promo. Ya pasti tekor kalau Pertamax naik,” ujarnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.