Hari TBC Dunia, Keberhasilan Pengobatan Pasien Jatim 89,1 Persen

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

[ad_1]

Penyebaran bakteri tuberculosis (TBC) masih menjadi momok mematikan bagi jutaan manusia di dunia. Di Indonesia diketahui ada 150 ribu kasus pasien TBC setiap tahunnya. Sehingga, pencegahan menjadi salah satu solusi utama dalam mencegah penyebaran bakteri dalam Peringatan Hari TBC Sedunia 2022.

Berdasar data Dinas Kesehatan Jawa Timur, angka keberhasilan pengobatan kasus TBC di Jawa Timur sudah mencapai 89,1 persen dari target 90 persen.

Dari data tersebut lima daerah dengan capaian tertinggi adalah Kabupaten Bojonegoro dengan 97 persen, Kota Mojokerto dengan capaian 94 persen, Kabupaten Nganjuk dengan capaian 94 persen, Kabupaten Situbondo mencapai 93 persen dan Kabupaten Gresik mencapai 92 persen.

Sedangkan lima daerah dengan capaian terendah yakni Kabupaten Sampang 84 persen, Kabupaten Ponorogo 83 persen, Kota Blitar 81 persen, Kabupaten Pacitan dan Kota Probolinggo masing-masing mencapai 80 persen.

“Demi memutus transmisi penularan dan menuju eliminasi TBC tahun 2030, pelibatan multi sektoral dalam penemuan dan pengobatan penderita TBC serta terapi pencegahan menjadi upaya prioritas untuk dilakukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Erwin Astha Triyono, Rabu 23 Maret 2022.

Salah satu upaya untuk menekan kasus TBC adalah menggandeng seluruh elemen masyarakat untuk melakukan sosialisasi terkait cara-cara pencegahan.

“Kemudian menemukan orang dengan TBC lalu diobati sampai sembuh membutuhkan pendekatan multi sektoral kesehatan. Keberhasilan, eliminasi TBC ditentukan oleh kontribusi dan kolaborasi lintas sektor masyarakat secara berkesinambungan,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam peringatan Hari TBC Sedunia 2022 ini terdapat beberapa rangkaian kegiatan. Di antaranya, sosialisasi pelaksanaan perpres tentang pengendalian TBC bersama OPD dan Kementerian Wilayah Jatim, lalu koordinasi pelibatan koalisi organisasi profesi dalam penanggulangan TBC, pelibatan big chain hospital di Jatim dalam jejaring pelayanan TBC.

Kemudian ada program talkshow, ekspansi pelayanan TBC resisten obat di RSUD Blambangan, peningkatan kapasitas dokter praktik mandiri dan klinik dalam tata laksana TBC, terakhir kolaborasi dinas kesehatan dan perguruan tinggi wilayah Jatim dalam penanggulangan TBC.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *