Hindari Penyekatan, Pemudik Buru Jasa Penyeberangan Perahu

Dengan menaiki perahu penyeberangan ini, pemudik menghindari penyekatan di jalur darat. (Foto: Deny Lukmantara/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Jasa perahu penyeberangan tradisional sungai Brantas penghubung Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang yang terletak di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ramai diburu pemudik yang hendak bersilaturahmi pada lebaran 1442 Hijriah kali ini.

Selain untuk menghindari penyekatan larangan mudik lebaran, warga memilih moda tranportasi sungai tersebut karena memperpendek jarak tempuh hingga 30 kilometer.

Di hari ketiga lebaran, penyeberangan perahu penghubung dua kabupaten ini selalu dipenuhi oleh warga yang ingin berlebaran. Bahkan mereka rela mengantre panjang untuk bisa naik ke perahu penyeberangan.

Salah satu pemudik asal Kabupaten Bojonegoro, Ayu mengatakan selain menghindari penyekatan larangan mudik lebaran, jasa moda tranportasi perahu penyeberangan ini bisa mempersingkat waktu untuk sampai ke tempat tujuan.

“Dari Bojonegoro enam orang, mau ke Kesamben, Jombang silaturahmi. Jaraknya lebih dekat,” kata Ayu, Sabtu 15 Mei 2021.

Dari pengakuan Ayu, di sepanjang perjalanan dari Bojonegoro hingga tiba di Kabupaten Mojokerto, dirinya tidak terjaring penyekatan larangan mudik lebaran sama sekali. “Tidak ada (penyekatan),” cetusnya.

Meski diminati banyak warga sebagai jalur alternatif menghindari penyekatan, namun untuk lebaran tahun ini jumlah penumpang perahu penyeberangan menurun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Sepi turun drastis, masalahnya ada penyekatan di jalan-jalan kota. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Saiput, 50 tahun, penambang perahu.

Pada tahun-tahun sebelumnya, dua unit perahu dioperasikan saat momen lebaran tiba. Karena menurun, tahun ini hanya satu unit perahu yang dioperasikan.

“Cuma satu, biasanya dua perahu. Untungnya lebih dekat sampai tujuan,” ujarnya.

Demi keselamatan bersama, penambang perahu membatasi daya angkut penumpang. Maksimal 15 unit motor dan 30 penumpang setiap kali pemberangkatan, dengan ongkos Rp3 ribu hingga Rp5 ribu.

“Satu orang Rp3 ribu, kalau dua orang sama motor Rp5 ribu,” pungkasnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.