Hitler di RSJ, Orang Eropa Lahir di Afrika

  • Bagikan
Adolf Hitler, yang gila hormat dalam sejarah. (Foto: Buku Biografi)


Olok-olok pada politikus telah berlangsung sejak zaman seseorang berkuasa hingga haus kuasa kini. Mari kita melihat masa lalu atas sosok sejarah paling dibenci sekaligus ditakuti: Hitler.

Tentu tak ada sentimen lagi soal rasial di sini atau genosida terhadap bangsa Yahudi. Tapi, humor politik tetap menarik untuk dicermati relevansinya kini.

1. Hitler di Rumah Sakit Jiwa

Pada suatu hari Hitler mengunjungi sebuah rumah sakit jiwa. Begitu ia masuk ke rumah sakit, semua pasien di dalam pada mengangkat tangan mereka memberi hormat ala Nazi kepada Hitler.

Hitler berjalan terus di sepanjang jalan, akhirnya ia berhenti di depan seorang pria, karena ia tidak mengulurkan tangannya memberi hormat ala Nazi seperti orang lain. Hitler meraung-raung berteriak:

“Hai, mengapa kamu tidak memberi hormat kepada diriku?”

“Yang Mulia Kepala Negara Adolf Hitler, aku adalah seorang juru rawat, bukan orang gila.”

2. Orang Eropa Lahir di Afrika

Seorang diplomat Eropa dilahirkan di benua Afrika. Sejak dari kecil ia dibesarkan dengan minum susu Ibu asuh orang kulit hitam. Sesudah dewasa ia pulang ke tanah airnya di Eropa dan ikut pemilihan anggota lembaga legislatif setempat.

Waktu itu, kaum oposisi berkali-kali memfitnah dirinya dengan mengatakan: “Kamu dibesarkan oleh susu orang kulit hitam, maka itu di dalam tubuhmu tentu terdapat tetesan darah orang kulit hitam.”

Diplomat itu dengan tenang melancarkan serangan balasan: “Kalian dibesarkan oleh susu sapi, maka kalian juga adalah turunan sapi perah.”

3. Tuduhan atas Kecelakaan Mobil

Di Amerika, ada 2 orang yang berjalan di sepanjang jalan di Georgia ketika mereka ditabrak oleh sebuah mobil polisi yang disetir oleh polisi yang sedang mabuk.

Satu orang terlempar masuk melalui kaca depan dan temannya terlempar jauh sampai melewati trotoar.

Orang pertama didakwa merusak dan masuk ke dalam aset negara tanpa ijin dan yang kedua didakwa dengan tuduhan meninggalkan tempat kejadian perkara.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *