Hujan Deras, Ratusan Rumah di Blitar Terendam Banjir

  • Bagikan
Banjir menggenangi sejumlah pemukiman di Blitar bagian barat. (Foto: Choirul Anam/Ngopibareng.id)


Ratusan rumah warga di Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar terdampak banjir akibat hujan deras selama belasan jam sejak siang hingga malam, Kamis, 24 Juni 2021

Banjir juga menggenangi belasan lahan pertanian di Kecamatan Wonodadi akibat jebolnya dua tanggul irigasi yang tak cukup kuat menahan tekanan debit air akibat hujan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar Achmad Cholik mengatakan, banjir menggenangi ratusan rumah di lima desa di Kecamatan Wonodadi.

“Rata-rata tinggi genangan di rumah warga mencapai 40 sentimeter. Hari ini sudah mulai surut meski masih ada beberapa genangan belum surut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat, 25 Juni 2021.

Menurutnya, hingga hari ini, air masih menggenangi puluhan rumah warga di empat dusun di Desa Wonodadi dan Desa Tawangrejo.

Cholik mengatakan, banjir terjadi akibat hujan deras selama belasan jam pada Kamis siang hingga malam. Selain menggenangi rumah warga, banjir juga menggenangi dan merusak tanaman pertanian milik warga di Dusun Bakalan, Desa Wonodadi.

Menurutnya, selain akibat hujan deras dengan durasi panjang, banjir juga disebabkan meluapnya air dari sejumlah sungai termasuk jebolnya dua sungai irigasi di Desa Wonodadi dan Desa Rejosari.

Sebuah jembatan di Desa Pikatan, ujarnya, ambrol akibat tergerus derasnya arus air akibat hujan deras.

“Bersama pihak lain yang terkait, kita kerahkan tumpukan karung berisi pasir untuk menahan agar air tidak semakin menambah kerusakan pada beberapa tanggul,” ujarnya.

Cholik mengatakan, tidak ada korban jiwa atau pun luka-luka akibat banjir yang terjadi.

Kapolsek Wonodadi AKP Wahyu menambahkan, genangan air sempat mencapai ketinggian sekitar 70 sentimeter di kawasan pemukiman warga namun kini sudah mulai surut.

Wahyu mengatakan, bersama warga terdampak, personel polisi dan militer hingga saat ini masih terus melakukan pembersihan rumah warga dan fasilitas publik.

“Kita juga pasang tanggul buatan untuk menahan agar pasokan air dari sungai ke pemukiman warga,” ujarnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *