Humor Sebelum Pengadilan, Vonis Tanpa Bukti, Ohoi…Memuji Saksi

  • Bagikan
Dunia pengadilan dalam kartun


Di masa pandemi, di Jawa dan Bali, mengaami penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Juli 2021. Pada hari-hari ini, pusat-pusat keramaian seperti di plaza dan pasar modern lainnya, seperti tanpa penghuni. Kita bisa saksikan di Plaza Tunjungan Surabaya dan kawasan keramaian lain di kota lain.

Ah.., daripada memikir soal sepinya pusat keramaian memang lebih baik kita menikmati work from home, dengan bahagia. Caranya, nikmati saja lelucon-lelucon dan humor harian.

Pada suatu kesempatan, humor politik telah sering kita ‘saksikan’ di tengah problem kebangsaan dan kemasyarakat. Tapi, humor yang satu ini, agaknya memang jarang terdengar. Itulah humor dunia kepengacaraan dan pengadilan.

Tentu saja, hal-hal penyimpangan dan ketidaklaziman akan membuahkan tawa. Seperti berikut:

Pengarahan Sebelum Bersaksi di Pengadilan

Pengacara sedang memberi pengarahan kepada kliennya, yang akan bersaksi untuk pembelaannya sendiri.

“Anda harus bersumpah untuk mengatakan yang sebenarnya. Apakah Anda mengerti?”

Klien menjawab bahwa dia mengerti.

Pengacara itu kemudian bertanya, “Apakah Anda tahu apa yang akan terjadi jika Anda tidak mengatakan yang sebenarnya?”

Klien menoleh ke pengacara dan berkata, “Saya membayangkan pihak kita akan menang.”

Vonis Tanpa Barang Bukti

Seorang terdakwa diadili atas pembunuhan. Ada bukti kuat yang menunjukkan terdakwa bersalah, tetapi tidak ada bukti adanya mayat.

Dalam pernyataan penutup pembelaan, pengacara tersebut, mengetahui bahwa kliennya mungkin akan dihukum, menggunakan tipuan.

“Hadirin sekalian dan Yang Mulia, saya punya kejutan untuk Anda semua,” kata pengacara itu sambil melihat arlojinya. “Dalam satu menit, orang yang diduga tewas dalam kasus ini akan masuk ke ruang sidang ini.”

Dia melihat ke arah pintu ruang sidang. Para hakim dan jaksa, agak tertegun, semua memandang ke arah pintu dengan penuh semangat. Satu menit berlalu. Tidak terjadi apa-apa.

Akhirnya pengacara itu berkata, “Sebenarnya, saya hanya mereka-reka pernyataan tadi. Tetapi Anda semua melihatnya dengan penuh harapan. Oleh karena itu, saya sampaikan kepada Anda bahwa ada keraguan yang masuk akal dalam kasus ini, apakah benar ada orang yang terbunuh, maka dengan ini saya mengajukan bahwa terdakwa tidak bersalah.”

Hakim, jelas bingung, masuk kembali ke belakang untuk berunding. Beberapa menit kemudian, hakim kembali dan mengumumkan vonis bersalah.

“Tapi bagaimana?” tanya pengacara. “Anda pasti ragu! Saya melihat Anda semua menatap ke pintu.”

Hakim Ketua menjawab: “Oh, kami memang menatap ke pintu. Tetapi terdakwa tidak.”

Memuji Saksi di Pengadilan

“Anda tampaknya memiliki kecerdasan yang melebihi rata-rata untuk seseorang dengan latar belakang seperti Anda,” ejek pengacara pada seorang saksi di mimbar.

“Seandainya saat ini saya tidak di bawah sumpah, maka pujian Anda akan saya balas dengan pujian yang sama,” jawab saksi.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *