IDAI Jatim Sarankan Pembelajaran Hybrid sembari Menunggu PTM

  • Bagikan
Ilustrasi sekolah di masa pandemi. (Grafis: Fa Vidhi/Ngopibareng.id)


Pemerintah Kota Surabaya masih belum menetapkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Rencanannya PTM baru akan digelar awal September mendatang. Sembari menunggu persiapan pelaksanaan PTM, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jatim menyarankan untuk melakukan pembelajaran hybrid.

“Gelombang pandemi ini masih datang dan pergi, jika kasus kembali meningkat maka PTM harus ditutup lagi. Pembelajaran hybrid merupakan salah satunya,” kata dokter Dominicus Husada, Bidang Pengembangan, Penelitian & Pendidikan IDAI Jatim, Senin, 30 Agustus 2021.

Dalam pelaksanaan PTM, IDAI memberikan beberapa saran. Namun sifatnya hanya saran karena wewenang PTM ada pada Kemendikbud. “Saran tersebut antara lain, vaksinasi kepada guru dan pegawai sekolah, hingga murid yang usianya di atas 12 tahun. Selain itu, semua orang dewasa yang berada di lingkungan PTM sudah divaksinasi,” jelas dokter Dominicus Husada.

Protokol kesehatan juga harus diterapkan dengan ketat ketika nantinya dilakukan sekolah tatap muka. Seperti ventilasi terbuka, menggunakan masker hingga cuci tangan. Yang paling penting, izin dari orangtua murid. Sebab, orangtua yang berhak memutuskan apakah anaknya harus bersekolah secara tatap muka atau online.

Menurut dokter Dominicus Husada, pelaksanakan PTM yang paling penting ialah pelaksanaan vaksinasi pada murid, guru serta orang dewasa yang ada dilingkungan sekolah.

“Pada dasarnya itu (vaksin) akan membuat keamanan lebih baik. Masalahnya, anak yang divaksin itu masih sedikit. Tidak mungkin juga mereka (siswa) menunggu terlalu lama,” tandasnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *