Idap Endometriosis, Teman Duet BTS Bisa Melahirkan Bayi Laki-laki

Penyanyi Halsey saat duet bareng BTS di laku Boy With Luv. (Foto: YouTube)

[ad_1]

Kabar mengharukan datang dari penyanyi sekaligus penulis lagu asal Amerika Serikat, Halsey. Teman duet idol K-Pop BTS di lagu Boy With Luv ini baru saja melahirkan bayi laki-laki, pada 14 Juli 2021. Sebelumnya memiliki momongan yang diberi nama Ender Ridley Aydin, Halsey mengidap penyakit Endrometriosis.

Halsey adalah seorang pejuang endrometriosis. Dia mengunggah foto luka bekas operasinya Instagram, Kamis, 28 Januari 2021. Di foto itu dia menunjukkan perutnya yang mulai menonjol dengan dua tanda panah mengarah ke bekas luka memanjang mirip Caesar.

Penyakit ini biasa dialami oleh para perempuan dan menyebabkan keguguran sehingga sulit untuk memiliki momongan. Lalu apa itu penyakit Endometriosis? Berikut ulasannya.

Pengertian Endometriosis

Endometriosis merupakan sebuah kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan di dalam dinding rahim mengalami pertumbuhan di luar rahim. Jaringan yang disebut dengan nama endometrium tersebut bisa tumbuh di luar telur, usus, tuba falopi (saluran telur), vagina, atau bisa berada di rektum (bagian akhir usus yang terhubung menuju anus).

Seorang perempuan umumnya akan melewati masa menstruasi, hal itu merupakan proses ketika endometrium yang menebal yakni sebagai tempat untuk menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. Bila tidak dalam kondisi mengandung, endometrium tersebut akan mengalami peluruhan, lalu dikeluarkan oleh tubuh dan akhirnya menjadi darah menstruasi.

Pada kasus endometriosis, jaringan yang bernama endometrium berada di luar rahim tersebut juga akan ikut menebal, tetapi tidak ikut luruh dan keluar dari tubuh, dan itulah yang akhirnya menimbulkan keluhan, seperti nyeri, bahkan menyebabkan seseorang menjadi mandul atau infertilitas pada perempuan.

Halsey bisa melahirkan bayi laki-laki meski divonis idap Endometriosis. (Foto: Istimewa)
Halsey bisa melahirkan bayi laki-laki meski divonis idap Endometriosis. (Foto: Istimewa)

Penyebab Endometriosis

Meski belum diketahui secara spesifik, tetapi kasus endometriosis bisa saja disebabkan oleh faktor genetik, lingkungan, atau anatomi pada tubuh yang juga berperan dalam memunculkan kondisi endometriosis. Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab endometriosis:

1. Menstruasi Retrograde

Kondisi menstruasi retrograde atau menstruasi dua arah, yakni ketika sel endometrium dan jaringan yang seharusnya terbuang keluar lewat vagina juga ikut mengalir ke arah leher rahim dan juga ke arah tuba falopi. Sel endometrium tersebut akan menempel pada dinding pelvis juga permukaan organ pelvi, tumbuh, lalu terus menebal, dan akhirnya berdarah sepanjang siklus menstruasi. Dalam beberapa kasus, kondisi menstruasi retrograde merupakan penyebab dari terjadinya endometriosis yang sering terjadi.

2. Perubahan sel embrio

Sel embrio dalam rahim akan menghasilkan sel yang melapisi perut dan juga rongga panggul, bila salah satu atau beberapa area kecil dari lapisan perut berubah menjadi jaringan endometrium maka akan menyebabkan endometriosis. Kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh faktor hormon estrogen yang tidak seimbang.

3. Gangguan pada sistem imun

Bila seseorang mengalami gangguan imun, kemungkinan bisa membuat tubuh tidak bisa mengenali juga menghancurkan jaringan endometrium yang mulai tumbuh di luar rahim, jadi kondisi endometriosis bisa terjadi ketika seseorang mengalami gangguan pada sistem imunnya.

4. Bekas luka bedah

Kondisi endomteriosis juga bisa terjadi karena adanya bekas operasi atau seseorang yang baru saja melewati operasi caesar yang sebaiknya berhati-hati. Implamantasi bekas operasi yang terbentuk bisa membuat sel menjadi menempel sehinnga menjadi salah satu faktor timbulnya endometriosis.

5. Pengedaran sel endometrium

Bila sel endometrium dihantarakan oleh pembuluh darah atau cairan menuju jaringan ke bagian tubuh lainnya, hal tersebut bisa jadi penyebab munculnya endometriosis.

Tanda dan Gejala Endometriosis

Ketika seseorang akan mengalami endometriosis tentu akan diawali dengan tanda juga gejala sebagai pertanda bila seseorang memungkinkan terkena endometriosis, berikut tanda-tanda yang harus diwaspadai:

1. Merasakan nyeri pada perut bagian bawah, dan tingkat keparahan nyeri bisa berbeda-beda pada setiap orang, namun biasanya rasa nyeri akan bertambah parah bila bersamaan dengan masa menstruasi atau melakukan hubungan seksual.

2. Sakit ketika buang air kecil, atau bisa disertai dengan darah pada urine atau bisa pula ketika seseorang sulit mengendalikan aliran urine yang keluar.

3. Memiliki masalah kesuburan, atau tidak kunjung hamil setelah mencoba selama 12 bulan (ketika sedang melakukan program kehamilan).

4. Bila endometriosis tumbuh di usus, maka yang dirasakan ialah mengalami masalah pencernaan seperti sembelit atau diare.

5. Ketika jaringan endometriosis tumbuh pada indung telur atau tuba falopi, hal tersebut mungkin bisa menimbulkan infertilitas.

Infografis Endometriosis. (Grafis: Istimewa)
Infografis Endometriosis. (Grafis: Istimewa)

Stadium atau Tingkatan Endometriosis

Kondisi endometriosis terbagi menjadi empat tingkatan atau stadium, yang bergantung pada lokasi, jumlah, ukuran, hingga kedalaman lapisan endometrium.

1. Endometriosis minimal

Munculnya endometrium yang berukuran kecil dan dangkal pada indung telur, peradangan juga bisa terjadi di sekitar rongga panggul.

2. Endometriosis ringan

Terdapat jaringan endometrium yang kecil dan dangkal di indung telur dan juga dinding panggul.

3. Endometriosis menengah

Merupakan beberapa jaringan endometrium yang cukup dalam indung telur.

4. Endometriosis berat

Adanya jarungan endometrium yang dalam di indung telur, dinding panggul, saluran indung, dan usus.

Risiko akibat Endometriosis

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit endometriosis adalah tidak akan pernah bisa melahirkan, bisa disebabkan oleh salah satu anggota keluarga yang pernah memiliki riwayat penyakit endometriosis, darah ketika menstruasi terhambat oleh suatu kondisi medis.

Selain itu ialah pernah mengalami infeksi pelvis, memiliki kelainan pada organ rahim, mengalami masa menstruasi pertama sebelum berusia 12 tahun, memiliki bentuk abnormal pada rahim, leher rahim, atau vagina yang berisiko menghambat atau memperlambat menstruasi.

Penanganan Penyakit Endometriosis

Pengobatan bagi penderita penyakit endometriosis belum diketahui, tetapi beberapa ahli medis menyarankan untuk melakukan penanganan secara umum untuk meringankan gejala, memperlambat pertumbuhan jaringan abnormal endometrium, meningkatkan kesuburan, serta mencegah kambuhnya gejala endometriosis.

1. Mengkonsumsi obat pereda nyeri

Orang yang mnegalami endometriosis bisa melakulan pemeriksaan kepada odkter ahli untuk mendapatkan resep obat sesuai dengan penyakit dan gejala yang disebabkan oleh endometriosis. Perlu diperhatikan pula bahawa obat pereda nyeri terdiri dari beberapa tingkatan untuk nyeri skala ringa hingga skala berat, penggunaan tersebut juga ahrus dalam pengawasan dokter karena akan berdampak buruk bila digunakan secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang.

2. Terapi hormon

Melakukan terapi hormon terkadang efektif  untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit akibat gejala endometriosis. Tetapi, terapi hormon bukanlah pengobatan secara permanen karena penyakit endometriosis bisa saja kambuh kembali bila menghentikan pengobatan. Beberapa jenis terapi hormon yang dapat digunakan untuk mengobati endometriosis kontrasepsi hormon, terapi progestin, dan danazol.

3. Melakukan langkah operasi endometriosis

Operasi endometriosis merupakan tindakan terkahir jika berbagai pengobatan yang sudah diupayakan tidak berjalan maksimal dan tidak efektif. Meskipun operasi tidak bisa menyembuhkan penyakit endometriosis setidaknya hal tersebut dapat mengendalikan gejala dari endometriosis yang dirasakan. Berikut jenis operasi endometriosis:

a. Operasi endometriosis dengan laparoskopi

Laparoskopi dilakukan dengan mengangkat kista atau jaringan parut yang ada dalam perut dengan menggunakan bantuan panas atau laser untuk menghancurkan jaringan.

b. Operasi endometriosis dengan mengangkat rahim

Proses pengangkatan rahim pada penderita endometriosis hanya dilakukan bagi perempuan yang sudah tidak ingin memiliki rencana hamil lagi, tetapi bisa memungkinkan risiko komplikasi.

Pencegahan Penyakit Endometriosis

Untuk mencegah terjadinya endometriosis, para perempuan bisa melakukan pencegahan dengan memperhatikan asupan makanan atau konsumsi makanan sehat, olahraga secara teratur, menghindari stres, dan banyak melakukan relaksasi untuk menghilangkan efek stres dan pikiran jenuh yang dapat menyebabkan stres.

Kesehatan organ perempuan terutama rahim, wajib untuk dijaga dan diwaspadai. Lakukan pemeriksaan secara berkala atau rutin untuk mencegah terjadinya penyakit rahim yang dapat mengganggu kesehatan, atau merusak rencana program kehamilan. Perhatikan juga siklus menstruasi, jika merasakan sesuatu yang janggal sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.