INEO, Aplikasi Gagas Mahasiswa ITS untuk Tolong Sektor Perikanan

Tiga mahasiswa ITS yang mengagas aplikasi INEO untuk menolong sektor perikanan yang terdampak pandemi Covid-19. (Foto: istimewa

[ad_1]

Tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas sebuah platform bernama INEO guna membantu mengatasi masalah sektor perikanan yang terdampak Covid-19.

Aplikasi buatan Fadhila Rosyidatul ‘Arifah (Departemen Teknik Material dan Metalurgi), Intan Mey Setyaningrum (Departemen Teknik Fisika), dan Sri Irna Solihatun Ummah (Departemen Matematika) ingin mengandeng banyak pihak untuk bekerja sama.

“Kami menggandeng banyak pihak di bidang perikanan, seperti penjual ikan, nelayan, industri pengolahan ikan, dan Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) yang ada di Tuban. Kami berpikir bahwa INEO bisa menjadi solusi sekaligus sarana yang baik bagi masyarakat dan pelaku industri perikanan,” kata Ketua Tim, Fadhila Rosyidatul ‘Arifah.

Fitur yang Bisa Diakses

Fadhila menjelaskan, terdapat banyak fitur yang bisa diakses agar transaksi antarpengguna dengan pelaku usaha bisa berjalan dengan baik.

Fitur-fitur tersebut di antaranya ialah menu login, notifikasi, home, keranjang, dan akun. “Selain fitur-fitur yang memudahkan transaksi di antara mereka, desain aplikasi juga kita sesuaikan agar ramah pengguna,” imbuh mahasiswi kelahiran 2001 ini.

Aplikasi INEO gagasan mahasiswa ITS. (Foto: istimewa)
Aplikasi INEO gagasan mahasiswa ITS. (Foto: istimewa)

Pengguna Harus Mendaftarkan e-mail

Adapun menu login ialah menu yang mengharuskan para pengguna memverifikasi akun mereka sebelum masuk ke aplikasi. Pengguna harus mendaftarkan e-mail dan password mereka kepada INEO. Selanjutnya, dengan e-mail dan password itu, pengguna bisa mengakses INEO.

Sedangkan fitur notifikasi, lanjut Fadhila, merupakan fitur pengingat bagi para pengguna terkait riwayat pembelian hingga proses transaksi yang masih berlangsung. Pengguna akan bisa melihat apakah pesanan mereka sudah terkirim atau belum dengan melihat status pengiriman di dalamnya.

Mahasiswi kelahiran Nganjuk ini melanjutkan bahwa fitur home merupakan pusat di mana pengguna dan pelaku usaha melakukan transaksi. Pada fitur home, tersedia berbagai macam pelaku usaha yang menawarkan dagangan mereka disertai dengan identitas atau nama tokonya.

“Pengguna hanya meng-klik dagangan dari toko yang mereka inginkan lalu melakukan pembayaran,” ucapnya.

Kemudian fitur keranjang merupakan fitur di mana barang dagangan yang akan dibeli bisa dilihat. Setelah memilih dagangan yang diinginkan melalui fitur home, dagangan tersebut akan masuk ke fitur keranjang ini, yang artinya dagangan ini sedang ingin dibeli. Lalu pengguna bisa melakukan pembayaran untuk melanjutkan ke tahap pengiriman.

Voucher dan Koin

Lalu fitur akun menjadi fitur terakhir yang di dalamnya berisikan data dan informasi terkait pengguna. Di dalamnya terdapat foto pengguna, saldo uang elektronik pengguna, voucher, hingga koin. Voucher dan koin merupakan hadiah yang bisa diperoleh dari pembelian yang sudah dituntaskan.

“Voucher berupa kupon untuk potongan pembelian dan koin bisa ditukarkan barang yang diinginkan,” terangnya.

Ia dan timnya berharap, aplikasi ini bisa bermanfaat untuk mempermudah transaksi antar masyarakat dengan pelaku usaha dan menjadi sarana penghasilan tambahan bagi pelaku usaha tanpa kontak langsung.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.