Inilah Tips dan Trik Buat Kalian yang Tertarik Mencoba Threesome

[ad_1]

Tips dan Trik Buat Kalian yang Tertarik Mencoba Threesome

Foto: Dainis Graveris / Unsplash 

Banyak dari kita diam-diam menyimpan fantasi bercinta dengan dua orang sekaligus. Masalahnya, masih ada misteri dan pertanyaan yang belum terungkap tentang threesome, terlebih lagi bagi dua sejoli yang baru mau terjun ke dalamnya. Bagaimana cara terbaik mengungkapkan hasrat terpendam kepada pasangan? Apa artinya bagi kehidupan seksual dan hubungan mereka secara umum? Ke mana sebaiknya mereka mencari orang yang bersedia diajak mewujudkan impian terliar?

Greg dan Pauline* sudah empat tahun berpacaran. Belakangan ini, keduanya mulai merasakan ketertarikan untuk melakukan threesome. Pauline pernah mengisyaratkan kalau dia tertarik pada perempuan, tapi ini sepenuhnya ide sang kekasih.

“Semuanya berawal dari pesta yang kami datangi. Saat orang semakin menggila, saya menyuruh Pauline mencium teman perempuan kami. Saya kira dia tidak akan melakukannya, tapi ternyata dia menurut dan saya terangsang melihatnya. Saya mengusulkan untuk threesome setelahnya dan untungnya dia mau mempertimbangkan ini,” ungkap lelaki berusia 20-an di Manila, Filipina.

Pauline mengaku tergiur dengan prospek memuaskan hasrat pribadi dengan sesama perempuan sembari mewujudkan fantasi pasangan.

“Yang masih membuat saya ragu yaitu siapa yang bisa diajak melakukan ini, dan secara pribadi meyakinkan diri kami setia satu sama lain,” tuturnya. Meski tertarik, dia tak bisa memungkiri dirinya mungkin akan cemburu melihat Greg bersenang-senang dengan perempuan lain.

Di sisi lain, Greg mengutarakan lebih bergairah merencanakan aktivitasnya daripada memikirkan seks itu sendiri.

“Kehidupan ranjang kami selalu luar biasa. Threesome bisa semakin meningkatkan kualitas seks kami, dan melakukannya bersama akan mempererat hubungan kami. Saya gampang terangsang jika ada seperangkat aturan yang harus dipatuhi. Merencanakan aturan itu juga menggairahkan. Jadi bisa dibilang saya lebih menantikan perencanaannya selain seks itu sendiri,” terang Greg.

Patrick Hess, terapis seks dan pasangan di Berlin, mengamini bahwa threesome dapat membumbui kehidupan seks pasangan karena tidak ada tekanan untuk melakukan hal tertentu. Dia percaya aktivitas seksual ini juga memberi kesempatan untuk membicarakan kebutuhan seksual dan hal-hal yang bisa dilakukan untuk memenuhinya bersama pasangan. Pada akhirnya, ini akan semakin mendekatkan mereka.

“Orang harus belajar memahami tidak ada yang salah jika seks terasa berbeda dengan orang lain, atau orang ini jago seks oral sedangkan kekasihnya tidak. Itu wajar, dan bukan berarti pasangan tidak mencintaimu,” imbuhnya.

Bagi sebagian orang, threesome dapat membuka perspektif baru seputar seks. Misalnya, pihak ketiga melakukan sesuatu yang disukai pasangan, tapi tak pernah terpikirkan sebelumnya. Kalian lalu mencoba gerakannya berdua di lain waktu.

Hess mengatakan, keberhasilan threesome bergantung pada keharmonisan hubungan.

“Alasan paling umum [ingin melakukan threesome] yaitu pasangan merasa hubungan atau kehidupan seksnya bermasalah, sehingga mereka berpikir ini akan menyelesaikan masalahnya.”

Hess justru berpendapat sebaliknya. Threesome bukanlah pilihan yang tepat jika begitu alasannya, karena itu artinya pasangan mencari orang lain untuk menyelesaikan masalah mereka, alih-alih menyelesaikannya berdua.

Terapis menyebutkan beberapa karakteristik yang sudah ada dalam suatu hubungan percintaan, yang kemungkinan dapat mempererat pasangan setelah melakukan threesome.

“Kehidupan seks mereka luar biasa. Mereka tidak cemburuan, dan senang membahagiakan pasangan,” ujar Hess.

Menurut Greg, dia terpikir melakukan threesome karena ingin melihat kekasihnya merasa puas di ranjang.

“Saya benar-benar terangsang saat memikirkan bisa berbagi pasangan dengan orang lain dan melihatnya mencapai puncak kenikmatan oleh perempuan lain,” katanya.

Jika kalian merasa hubungan sudah stabil dan memercayai pasangan, Hess menganjurkan untuk memulainya dengan menciptakan “Skenario Seksual Ideal”.

Kalian dan pasangan perlu menuliskan skenario idaman masing-masing sedetail mungkin, dari fantasi, peraturan hingga alat yang dibutuhkan. Setelah itu, kalian bisa bergantian membacakannya dan membicarakan langkah selanjutnya.

Akankah kalian mencari orang ketiga secara online atau mengajak mereka kenalan di diskotek? Di mana kalian akan melakukan threesome, di rumah mereka atau di tempat lain? Apakah kalian berdua ingin berperan aktif, atau salah satunya menonton saja? Apakah kalian atau pasangan bersedia melakukan penetrasi dengan orang lain, atau kalian ingin melakukannya berdua saja?

Diskusi ini sangat penting guna memastikan kedua belah pihak nyaman dengan pilihan itu. Jangan sampai ada yang bertanya-tanya atau merasa minder pada saat threesome berlangsung. Aktivitas ini harus dipenuhi rasa ingin tahu.  Ini juga menjadi waktunya bagi pasangan untuk mengenali batasan mereka. Hess menerangkan, hasil diskusi ini akan menentukan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Setelah semuanya terencana dengan baik, kini waktunya mencari orang yang tepat.

“Kedua belah pihak harus sepakat memilih satu orang yang mereka anggap seksi. Mau sama laki-laki, perempuan atau orang nonbiner?” tutur Hess.

Namun, perlu diingat hal-hal di luar rencana sangat mungkin terjadi.

“Pengalaman pertama selalu mengasyikkan dan menegangkan karena semua hal yang ingin kalian rencanakan, meskipun kalian sadar rencananya menjadi tak berarti begitu waktunya tiba,” kata Pauline.

Hess mengiakan punya rencana memang bagus. Semua orang yang terlibat akan lebih nyaman jika sudah memiliki rencana. Akan tetapi, menikmati momen dan memperhatikan satu sama lain akan membuat pengalamannya lebih memuaskan. Bagi Hess, kesuksesan threesome ditentukan oleh komunikasi, melalui kata-kata dan bahasa tubuh.

Semua orang yang terlibat harus jujur apabila ada yang tidak menikmatinya. Kalian dan pasangan mungkin memutuskan untuk tidak melakukan threesome lagi, atau mencobanya dengan orang lain.

“Jangan memaksakan diri untuk menikmatinya,” tegas Hess. “Ikuti saja arus dan pengalamannya.”

“Don’t put the pressure on yourself for it to be amazing,” Hess said. “Just go with the flow and experience.”

*Nama telah diubah untuk melindungi privasi.

Follow Romano Santos di Instagram.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *