Intip Kekuatan BUMN Pangan Pasca Penggabungan

  • Bagikan


Setelah beberapa BUMN Pangan dilakukan penggabungan, bisnis BUMN Pangan
diharapkan kian memperkuat upaya transformasi ekosistem pangan mulai dari sektor pertanian, sektor perikanan, perdagangan dan logistik saling bersinergi dalam mendukung ekosistem pangan nasional.

Di sisi lain, penggabungan ini diharapkan mampu meningkatkan manfaat di sepanjang rantai nilai pangan kepada petani, peternak, nelayan termasuk UMKM dan konsumen. Demikian disampaikan Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi.

Seperti pada sektor pertanian, kekuatan bisnis melalui sinergi PT Sang Hyang Seri (SHS) dan PT Pertani diantaranya dengan mengembangkan Corporate Farming sekaligus membangun merek retail yang kuat. “Contohnya inovasi produk retail Beras Ratu Mutiara kemasan Kontainer milik PT Pertani yang baru-baru ini dilaunching, mengembangkan produk premium, meningkatkan volume bisnis benih, produksi dan penjualan hingga peluang ekspor, seperti beberapa bulan lalu PT SHS telah melaksanakan nota kesepahaman ekspor beras dengan
Al Batlah di Arab Saudi,” ungkap Arief

Penggabungan BUMN tersebur, lanjut Arief, dapat memperkuat untuk menciptakan ekosistem end to  end pangan nasional. “Penggabungan SHS dan Pertani dapat berperan di hulu dan berkolaborasi dengan para petani plasma dalam memproduksi beras, benih, jagung, dan produk hortikultura lainnya,” jelasnya.

Di sisi lain, Perindo dan Perinus juga saling menguatkan dalam memajukan sektor perikanan dengan menggandeng para nelayan maupun petambak, sehingga mampu menghadirkan produk-produk ikan yang berkualitas. Sedangkan PPI dan BGR Logistics dapat saling melengkapi pada sektor trading dan logistik secara retail, domestik hingga pasar global melalui ekspor produk-produk pangan Indonesia.

Arief menegaskan, penggabungan BUMN tidak berdampak pada karyawan yang digabung dan tidak ada pengurangan. Sebaliknya, seluruh kewajiban perusahaan BUMN yang digabungkan berkomitmen untuk melakukan kewajiban pelayanan kepada seluruh stakeholders meliputi konsumen, mitra / relasi, suplier, investor dan kewajiban kepada pemangku kepentingan lainnya.

Menanggapi hak ini, Staf Khusus III Menteri BUMN bidang Komunikasi publik, Arya Sinulingga menambahkan proses merger ditujukan terhadap BUMN yang memiliki fokus bisnis yang sama. Ia mencontohkan penggabungan PT Pertani ke dalam PT Sang Hyang Seri yang sama-sama bergerak di sektor pertanian, PT Perikanan Nusantara (Perinus) yang bergabung dengan PT Perikanan Indonesia (Perindo) yang memiliki fokus perikanan, serta BGR Logistics yang dimerger ke dalam Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang sama-sama bergerak di sektor perdagangan dan logistik.

Menurut Arya, proses penggabungan BUMN ini merupakan bagian dalam pembentukan holding BUMN pangan yang dipimpin PT RNI, dan ia meyakini proses penggabungan sejumlah BUMN klaster pangan akan memperkuat ekosistem pangan nasional ke depan.

“Ini langkah Pak Erick Thohir supaya satu kesatuan ekosistem dalam membantu industri pangan. Dengan adanya holdingisasi,  BUMN akan lebih fokus, kuat, dan tidak saling bersaing,” ucap Arya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *