Investor Muda Di Pasar Modal Saat Pandemi Naik Tetapi Masih Butuh Edukasi

  • Bagikan



SuaraKupang.com – Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengatakan masa pandemi investor di pasar modal naik dua kali lipat dari 2,6 juta pada tahun 2019 dan Oktober 2021 mencapai 6 juta.

“Di masa pandemi investor di pasar modal justru meningkat 2 x lipat. Yang tadinya 2,6 juta, thn2019, tahun 2021 ini sudah mencapai 6 juta Oktober kemarin 2 x lipat lebih. Kebanyakan anak muda yang tidak bisa spending jalan jalan sekarang di larikan ke investasi pasa modal. Hal sepertiini perlu adanya edukasi yang masif, supaya tidak keliru masuk ke investasi ilegal,” ungkap Tirta dalam Media Gathering, Sabtu (4/12).

Ia juga mengungkapkan OJK selalu mengingatkan jangan berurusan dengan entitas pinjaman online (pinjol) ilegal karena akan banyak merugikan masyarakat. “Sebelum masuk kepinjol sudah diwanti wanti jangan berurusan dengan pinjol yang ilegal, tapi masih banyak yang masih kesana,” lanjut Tirta.

Walaupun OJK terus lakukan literasi dengan berbagai hal masih banyak masyarakat yang terjebak dalam pinjol terbukti bahwa hingga saat inimasih ada 50 ribu lebih pengaduan soal fintech, pengaduan tersebut paling banyak dari pinjol ilegal. Ojk mencatat sejak 1 Januari sampai 25 November 2021, ada 50.413 pengaduan yang masuk terkait fintech. Dari angka itu, pengaduan terbanyak ialah terkait perilaku debt collector. Ternyata, hal tersebut disebabkan banyak masyarakat yang meminjam dana ke pinjol ilegal.

 

Untuk pengaduan yang menyangkut pinjol ilegal OJK sulit untuk menangani pengaduan tersebut. Tirta mengaku, pihaknya kesulitan ketika menangani pengaduan terkait pinjol ilegal. Sebab, entitas pinjol ilegal pada umumnya tak memiliki nomor telepon dan alamat kantor yang jelas. Sehingga, sulit untuk dilacak siapa saja pelakunya.

“Konsumen pinjol ilegal ini sulit sekali, tidak bisa kami fasilitasi. Bayangkan Anda konsumen mengadu dikejar-kejar. Alamat pinjolnya saja kami tidak tahu, kalau mau klarifikasi ke mana tidak tahu. Kalau saya kontak, malah dia maki-maki. Malah nomor saya disebarkan lagi. Makanya saya tidak menganjurkan berhubungan sama pinjol ilegal,” tutur Tirta.

Banyaknya pengaduan tersebut OJK terus lakukan edukasi, literasi keuangan, Tirta menyadari bahwa OJK tidak bisa melakukannya sendiri untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada keseluruhan masyarakat, “jadi harus bekerjasama dengan lembaga lain baik dengan universitas, industri kemudian yang tidak kalah penting dengan media tanpa media tidak bisa OJK sosialisasi, Oleh Karena Itu media adalah mitra strategisnya OJK,” kata Tirta.

Photo Credit : Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara dalam Media Gathering, Sabtu (4/12)/Doc/telegraf
Atti K.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *