Isolasi karena OTG, 3 Pemain Persik Tetap Berlatih di RS

  • Bagikan
Persik Kediri berlatih di Stadion Brawijaya, Kediri. (Foto: Fendhy Plesmana/Ngopibareng.id)


Selama empat hari terakhir ini, tiga pemain Persik Kediri masih harus menjalani isolasi di Rumah Sakit Kili Suci Kota Kediri. Mereka terpaksa harus menjalani isolasi setelah hasil swab antigen maupun PCR menyebutkan bahwa ketiganya positif terpapar Covid-19.

Mereka adalah pemain depan Septian Satria Bagaskara, Ady Eko Jayanto (gelandang), serta Dani Saputra (wing back).

“Awalnya kita swab antigen, diketahui positif. Kemudian kita tindaklanjuti dengan swab PCR hasilnya tetap sama. Sekarang mereka masih di Rumah Sakit menjalani isolasi. Mereka bersedia menjalani isolasi di rumah sakit daripada nanti menulari keluarganya,” terang Media Officer Persik Kediri, Basallamah, pada Jumat, 2 Juli 2021.

Pertimbangan mereka dirawat di sana karena selama ini Rumah Sakit Kili Suci memang sementara waktu diperuntukkan bagi pasien Covid-19. Meski menjalani isolasi di rumah sakit, ketiga pemain yang tidak boleh disebutkan identitasnya itu tetap berlatih menjaga kebugaran di dalam ruangan isolasi.

” Mereka bertiga kan OTG (orang tanpa gejala), jadi tidak merasakan sakit dan tetap latihan untuk menjaga kebugaran. Latihanya ya push up, jangan dibayangkan mereka sakit loh, nggak, mereka sehat,” tuturnya.

Seperti diketahui, sekitar empat hari lalu sebelum digelar pertandingan uji coba melawan klub Liga 2 KS Tiga Naga, manajemen Persik mewajibkan seluruh pemainya termasuk ofisial dan pelatih dan kit man melaksanakan swab antigen.

Dari 28 pemain yang menjalani swab antigen, diketahui tiga pemain yang disebutkan di atas dinyatakan positif.

Lebih lanjut, Basalamah mengaku tidak mengetahui di mana ketiga pemain tersebut tertular. Menurutnya selama pandemi Covid-19, pihak manajemen telah berulang kali mengimbau agar para pemain selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Apalagi ini ada PPKM ya, kita selalu mengimbau kepada para pemain agar tidak bepergian keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang dirasa penting, ” tuturnya.

Sebelumnya di kompetisi musim lalu, CEO Persik, Kapten tim Andri Ibo dan asisten pelatih Kiper Persik juga pernah mengalami hal serupa. Status mereka saat itu dinyatakan OTG (orang tanpa gejala), namun sudah lama mereka dinyatakan sembuh.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *