Jajal Venue, Tim Dayung PON Jatim Temui Kendala Pendangkalan

  • Bagikan
Tim Dayung Jatim usai menjalani latihan di Teluk Yotefa, Kota Jayapura. (Foto: Istimewa)


Tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur cabang olahraga dayung proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua menjadi tim yang datang pertama di Papua meskipun pertandingan baru akan dimulai pada 27 September-13 Oktober 2021.

Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jawa Timur bidang Perencanaan dan Anggaran, Haris C Setiawan mengaku, mendahului keberangkatan tim dayung tak lain untuk adaptasi dengan alam yang ada di Papua. Terutama mengenal arus air di Teluk Yotefa yang menjadi venues dayung.

“Kita sengaja datang lebih awal supaya para atlet bisa berlatih di venue dan bisa mengenal kondisi alam serta beradaptasi,” kata Haris, Jumat 17 September 2021.

Hari mengatakan, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh para atlet. Misal suhu panas siang hari yang dapat mencapai 42 derajat, kemudian surutnya air yang terlalu jauh sehingga terjadi pendangkalan yang lumayan. Akibatnya, dapat mengakibatkan perahu bisa terkena karang dan kemudi bisa merusak kemudi.

“Maka diperlukan strategi pelatih untuk babak penyisihan kita harus nomor satu atau dua, sehingga di race berikutnya kita tidak di lintasan yang dangkal,” ujarnya.

Untuk diketahui, sesuai jadwal dari Panitia Besar (PB) PON, untuk cabang olahraga dayung akan digelar di Teluk Youtefa. Dimulai dari nomor canoeing 27 September hingga 3 Oktober, kemudian nomor Rowing 4-8 Oktober, terakhir nomor Traditional Boat Race (TBR) 9-13 Oktober.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *