Jakarta PPKM Level 1, KAI Commuter Tetap Melakukan Pembatasan Kapasitas

  • Bagikan


Jakarta, SuaraKupang.com – Mulai 2 November 2021, Pemerintah memutuskan PPKM di DKI Jakarta turun ke Level 1. Meskipun terdapat perubahan status tersebut, KAI Commuter tetap melakukan pembatasan kapasitas pengguna di dalam kereta, dan jam operasional KRL tetap berlangsung pada pukul 04:00 – 22:00 setiap harinya.

“Kami tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan pengguna KRL menggunakan masker ganda, mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL, serta menjaga jarak. Calon pengguna KRL juga wajib menunjukan sertifikat vaksin baik secara fisik maupun digital kepada petugas. Pembatasan kapasitas pengguna KRL juga masih berlaku sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan,” kata VP Corsec KAI Commuter, Anne Purba di Jakarta, Rabu (3/11).

Meskipun terjadi peningkatan penumpang, KAI Commuter tetap melakukan pembatasan kapasitas sesuai ketentuan yang berlaku. Sepanjang Oktober 2021, jumlah pengguna KRL rata-rata 351.324 pengguna per hari, meningkat 24,2% dibanding rata-rata September yang mencapai 282.760 pengguna setiap harinya. Peningkatan volume sejalan dengan aktivitas masyarakat yang kembali bergerak saat ini.

“KAI Commuter melakukan penyesuaian operasional dan layanan KRL Jabodetabek seiring tren volume pengguna KRL yang terus bertambah. KAI Commuter mengoperasikan 999 perjalanan KRL per harinya mulai 17 Oktober yang sebelumnya sebanyak 994 perjalanan,” tambahnya.

Menurutnya, sejumlah 307 perjalanan melayani di jam sibuk pagi yaitu pukul 04.00-09.00 WIB dan sebanyak 243 perjalanan melayani di jam sibuk sore yaitu pukul 16.00-20.00 WIB. Hal ini sejalan dengan pergerakan pengguna yang masih terkonsentrasi di jam-jam sibuk pagi dan sore hari.

“Selain pengaturan operasional, petugas kami tetap konsisten menerapkan jaga jarak aman antar pengguna dengan membatasi jumlah orang yang dapat naik kereta untuk mengantisipasi kepadatan di dalam kereta. Petugas akan melakukan antrean penyekatan di stasiun bila kondisi di dalam KRL sudah sesuai kuota,” terangnya.

Pihaknya berharap pengguna dapat mengatur waktu perjalanannya dengan melihat jadwal, posisi real time kereta dan kondisi antrean di stasiun melalui aplikasi KRL Access. Melalui perencanaan perjalanan yang baik dan mengikuti berbagai protokol kesehatan yang berlaku bisa menciptakan transportasi KRL yang sehat, aman dan nyaman bagi para penggunanya selama masa pandemi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, memang terjadi peningkatan penumpang di beberapa stasiun penunjang antara lain seperti Stasiun Depok, Bogor dan Pondok Cina. Petugas senantiasa melakukan pengecekan syarat perjalanan, membatasi penumpang untuk memasuki stasiun. Penumpang yang tidak memenuhi persyaratan tidak diperkenankan naik KRL.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *