Jalankan Prokes Ketat, Bandara Soetta Raih Safe Travel Score Tertinggi se-Asia Tenggara

  • Bagikan


Jakarta, SuaraKupang.com – Lembaga global Safe Travel Barometer menilai bandara Soekarno Hatta (Soetta) merupakan bandara paling aman di Asia Tenggara bagi penumpang pesawat dalam melakukan perjalanan di tengah pandemi COVID-19. Hal tersebut berdasarkan penilaian yang dilakukan pada Mei 2021 dengan skor Safe Travel (Safe Travel Score) mencapai 4.3 dari skala 5.0. Skor 4.3 merupakan skor tertinggi dibandingkan dengan bandara-bandara lain di kawasan Asean.

Sementara itu di kawasan Asia-Pasific, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Changi berbagi di posisi kedua, di mana urutan pertama ada Beijing International Capital Airport (China) dengan skor 4.4. Di tingkat global, Bandara Soekarno-Hatta berada di peringkat ke-14.

“Inovasi, kolaborasi, dan komitmen serta keinginan seluruh stakeholder dalam menjaga sektor penerbangan mampu menjadikan Bandara Soekarno-Hatta meraih Safe Travel Score tertinggi di Asean, nomor dua di Asia-Pasifik, dan nomor 14 di tingkat global,” kata President Director of PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin di Jakarta, Rabu (1/9).

Beberapa inovasi yang dilakukan Angkasa Pura II di Bandara Soekarno-Hatta dalam memperkuat protokol kesehatan di tengah pandemi melalui Biosecurity Management yang terdiri dari jaga jarak, pemeriksaan kesehatan, Layanan/fasilitas tanpa sentuh, Facility cleanliness dan People protection.

“Jaga jarak diterapkan di seluruh area bandara seperti titik security check point, check-in counter, boarding lounge, elevator, toilet dan lain sebagainya. Setiap orang yang memasuki gedung terminal harus melalui pemeriksaan suhu tubuh dengan thermal scanner dan smart helmet yang digunakan personel aviation security. Pemeriksaan suhu tubuh juga dilakukan di area kedatangan internasional. Sedangkan pemeriksaan hasil tes COVID-19 juga dilakukan di area keberangkatan domestik, melalui validasi barcode aplikasi PeduliLindungi,” tambahnya.

Angkasa Pura II Bandara Soetta juga mengembangkan layanan/fasilitas tanpa sentuh (passenger touchless processing). Passenger touchless processing secara masif diterapkan seperti: validasi paperless untuk dokumen kesehatan menggunakan aplikasi PeduliLindungi; self check-in menggunakan mesin atau aplikasi travelin; penggunaan mesin full body scanner di security check point untuk pemeriksaan calon penumpang; layanan pelanggan yang menggunakan video (video customer assistant/VICA), hingga penyesuaian tombol lift

Aspek kebersihan seluruh area bandara tetap menjadi perhatian penuh, ditambah dengan dilakukannya disinfeksi rutin terhadap seluruh fasilitas bagi penumpang seperti kursi, trolley, lift, meja, toilet dan sebagainya. Handrail travelator dan eskalator, serta conveyor belt di baggage claim area kini juga menggunakan UV sterilizer. Setiap orang di bandara diwajibkan menggunakan masker, sementara bagi personel bandara menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan tugas masing-masing.

“Biosafety management memiliki program penanganan biohazard, pemantauan rutin terhadap kondisi lingkungan di tengah pandemi, sterilisasi di seluruh infrastruktur, memastikan terciptanya kesehatan di tengah publik salah satunya dengan menghadirkan laboratory testing facilities untuk COVID-19,” kata Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi.

Untuk diketahui, Bandara Soeta beberapa kali mendapat pengakuan global terkait protokol kesehatan, antara lain: Airport Health Accreditation dari Airport Council International (ACI), Best Hygiene Measures by Region (Asia-Pacific) dari ACI, The 2021 COVID-19 Airport Excellence Awards dari Skytrax, dan terbaru Safe Travel Score 4.3 dari Safe Travel Barometer.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *