Jelang Muktamar NU, Ulama Jatim Sebut Gus Yahya Ikuti Gus Dur

  • Bagikan
Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staqut. (Foto: Dok/Ngopibareng.id)


Menjadi salah satu Calon terkuat untuk mengisi ketua umum baru, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, disebut meneladani sikap mantan ketua PBNU, KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.

Hal tersebut diungkapkan oleh, Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur. Sikap itu dilihat ketika Gus Yahya berkunjung ke Israel, untuk menghadiri The Israel Council on Foreign Relations (ICFR) pada 10-13 Juni, silam.

Saat itu juga, Gus Yahya sempat menjadi narasumber di acara American Jewish Committe (AJC), pada Minggu, 10 Juni 2021, silam. Bahkan disaat yang sama, dia pun memberi kuliah di Institut Medelin. “Dia (Gus Yahya), kan meneruskan Gus Dur,” kata Gus Fahrur, kepada media, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Kunjungan Gus Yahya ke Israel pada saat itu, menuai polemik di masyarakat Indonesia. Dia disebut telah mencederai perjuangan Palestina yang diserang oleh para tentara negara Yahudi.

Gus Fahrur menyebut tindakan Gus Yahya saat itu sebenarnya membantu rakyat Palestina. Namun, cara yang digunakanya berbeda dengan kebanyakan tokoh yang ada di Indonesia. “Bahwa untuk membantu Palestina itu tidak hanya dilakukan dengan konsolidasi, tapi juga dengan diplomasi (dengan Israel). Dengan tujuan yang sama dengan cara yang berbeda,” jelasnya.

Dari sikap tersebut, kata Gus Fahrur, Gus Yahya sangat meneladani tindakan-tindakan Gus Dur semasa hidup. Pasalnya, Presiden ke empat Indonesia itu, malah disebut salah satu sahabat Israel.

Gus Dur, disebut sering mengunjungi negara yang mengalami konflik berkepanjangan dengan Palestina itu. Salah satunya, dia diundang oleh Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian damai antara Israel dan Yordania, pada 1994.

Bahkan, tokoh yang wafat 30 Desember 2009, di usianya yang ke 69 tahun itu tercatat sebagai Doktor Kehormatan bidang Kemanusiaan dari Universitas Netanya, Israel, pada 2003, silam. “Gus Dur itu dulu malah ketua yayasan di Israel, artinya, dia (Gus Yahya) menitih jalan Gus Dur,” ucapnya.

Sebelumnya, Jelang Muktamar ke-34, pada 23-25 Desember 2021 mendatang. Nama KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menjadi salah satu terkuat untuk mengisi ketua umum baru, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Mayorutas kiai dan pengurus cabang NU di Jawa Timur (Jatim), telah memberikan dukunganya kepada kakak kandung Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas tersebut. “Sudah pertemuan 35 pengurus cabang, sejauh ini nama yang kuat diusulkan ya Gus Yahya,” kata Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur, Kamis, 30 September 2021.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *