Kampus di Surabaya Bersiap Kuliah Tatap Muka

Ilustrasi kuliah tatap muka. (Foto: istimewa)

[ad_1]

Pemerintah, khususnya Kementrian Pendidikan memang belum mengumumankan tanggal pasti pelaksanaan pembelajaran atau perkuliahan tatap muka. Meski demikian, beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya sudah melakukan persiapan bila perkuliahan tatap muka sudah diijinkan nantinya.

Sikap Unair

Seperti yang diungkapkan, Rektor Unair, Profesor Mohammad Nasih, bahwa pihaknya selalu memantau situasi. Apabila sudah himbaun untuk pelaksanaan kuliah tatap muka, maka pihaknya akan melakukan. “Saat ini kami bersiap saja. Kami berusahan secara optimal mana perkuliahan yang perlu dan memungkinkan untuk offline, seperti FK, Farmasi dan FKG sudah melakukan offline dengan jumlah yang dibatasi dan prokes ketat. Tapi kalau kuliah masal masih belum kami lakukan secara offline,” ujar Prof Nasih.

Menurut Nasih, ada banyak faktor yang juga saat ini pihaknya pikirkan saat kuliah tatap muka benar-benar dilakukan nanti. “Bagi kami ada beberapa risiko yang kami masih belum ketemu siapa nanti yang bertanggung jawab. Baik secara psikologis pun secara medis. Semisal ada mahasiswa yang terinfeksi dan terjadi apa-apa siapa yang akan tanggung jawab. Apakah universitas, apakah Kota Surabaya, atau kementrian ini masih belum jelas,” jelasnya.

Langkah Unesa

Hal senada juga diungkapkan, Warek 1 Bidang Akademik, Universitas Negeri Surabaya (Unusa), Profesor Bambang Yulianto, bahwa kebijakan perkuliahan tatap muka harus dibicarakan bersama PTN di Surabaya. “Prinsip dasarnya, kami akan bicara dan diskusi dengan PTN di Surabaya. Kami tetap akan berbicara dengan ITS, Unair, UPN dan Uinsa. Karena kalau satu dengan yang lainnya punya kebijakan berbeda akan berbahaya nanti. Harus kita buat sama,” kata Bambang.

Kendati demikian, Unesa sudah menyiapkan beberapa aturan apabila kuliah tatap muka bisa dilaksanakan semester yang akan datang. Adapun Bambang menjelaskan, aturan tersebut ialah pembagian 50 persen offline dan 50 persen online dalam satu kelompok belajar. “Katakanlah satu kelas dibagi dua, modelnya sistem block. Katakanlah kelompok 1 belajar sampai sebelum UTS, setelah UTS itu kelompok sebelumnya dan sebaliknya,” paparnya.

Tambahnya, persiapan yang tak kalah penting ialah izin dari orang tua dan protokol kesehatan ketat di setiap ruang pembelajaran dan laboratorium Unesa.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.