Kampus UMS Gelar Vaksinasi Covid-19 Drive Thru

  • Bagikan
Vaksinasi drive thru yang diadakan di UMS (Foto: Andhi Dwi/Ngopibareng.id)


Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, meninjau pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar di Universitas Muhammadiah Surabaya (UMS), pada Rabu, 15 September 2021. 

Dalam kunjunganya itu, Khofifah mengatakan, vaksinasi yang diadakan secara drive thru tersebut baru pertama kali diadakan di Jatim. Inovasi tersebut, sangat bagus untuk menghindari adanya kerumunan.

Oleh karenanya, Khofifah menyarankan agar komunitas lain meniru inovasi yang dilakukan oleh UMS tersebut. Yakni, menyuntikan vaksin tanpa turun dari kendaraan yang tengah dinaiki.

“Vaksinasi basis komunitas dengan Drive thru ini baru pertama kali. Ini role model bagi tim lain untuk vaksinasi untuk menghindari kerumunan,” kata Khofifah, di saat meninjau vaksinasi di UMS.

Khofifah mengungkapkan bahwa program vaksinasi dengn menggandeng kampus merupakan hal yang ia inginkan. Sebab, di sana, banyak ide brilian yang berhasil dikeluarkan. “Di kampus banyak ide brilian, ada rekomendasi strategis, da solusi masalah dan kampus jadi bagian penting (vaksinasi),” jelasnya.

Selain itu, kata Khofifah, berkat turun tanganya kampus, program vaksinasi dapat berjalan efektif. Dampaknya, kasus Covid-19 di Jatim langsung melandai dan dapat dikendalikan. “Kaitan dengan vaksinasi, kampus perannya penting untuk percepatan agar Covid-19 melandai dan terkendali,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Kampus UMS, Dr. Sukadiono mengatakan, vaksinasi drive thru tersebut digelar mulai hari ini, Rabu, 15 September sampai Jumat, 24 September mendatang. rogram tersebut, kata Sukadiono, menyediakan 1.000 dosis vaksin setiap harinya. Dengan rincian, dua hari awal menggunakan AstraZeneca, sisanya memakai jenis Sinovac.

“Vaksinasi menggunakan metode drive thru. Ada 1000 orang hari ini, besok juga 1000 orang. Dua hari ini dengan AstraZeneca, dan 20 sampai 24 menggunakan Sinovac,” jelasnya.

Sukadiono mengungkapkan, proses vaksinasi dengan drive thru tersebut dipilih dengan alasan menghindari kerumunan. Dengan demikian, penularan Covid-19 dapat diantisipasi. “Drive thru ini mengurangi kerumunan dan berdampak pada penularan Covid-19. Kami InshaAllah komitmen untuk membantu Pemprov mencapai herd immunity,” tutupnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *