Kandahar Jatuh ke Taliban, Pemerintah Afganistan Nyaris Kalah

  • Bagikan
Para pejuang Taliban berpatroli di dalam kota Ghazni, barat daya Kabul, yang berhasil dikuasi hari Kamis kemamrin. (Foto: AP Photo/Al Jazeera)


Kelompok pemerontak Taliban makin menguasai wilayah di Afganistan.  Terakhir, hari Kamis kemarin Taliban menyatakan telah merebut Kandahar, kota terbesar kedua di Afghanistan. Jatuhnya Kandahar ini menjadi pukulan besar bagi pasukan pemerintah Afghanistan.

Mengutip saksi, Associated Press melaporkan bahwa Taliban telah merebut kantor gubernur dan bangunan lainnya di Kandahar. Tetapi pasukan pemerintah masih terus bertahan dan tidak mengakui kekalahannya.

 “Kandahar benar-benar ditaklukkan. Mujahidin mencapai Lapangan Martir di kota,” seorang juru bicara Taliban mencuit di akun yang diakui secara resmi. Seorang penduduk Kandahar membenarkan Taliban mengendalikan kota itu.

Tetapi pasukan pemerintah masih mengendalikan bandara Kandahar, yang merupakan pangkalan terbesar kedua militer AS di Afghanistan selama 20 tahun mereka di negara itu.

Seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya mengatakan Kota Kandahar  yang pernah menjadi benteng Taliban, telah jatuh tetapi pasukan pemerintah tetap mengendalikan bandara.

Sebelumnya, warga dan jurnalis lokal melaporkan Herat, kota terbesar ketiga di negara itu setelah Kandahar, juga telah jatuh ke tangan kelompok bersenjata. Ghazni,  kota yang lebih kecil yang berjarak sekitar 130 km barat daya ibu Kota Kabul juga jatuh pada hari Kamis kemarin.

Dengan jatuhnya Kandahar dan Herat, berarti dalam seminggu ini Taliban telah mengambil setidaknya 13 dari 34 ibu kota provinsi Afghanistan. Jika dikonfirmasi, Kandahar, bekas kubu Taliban, akan menjadi yang ke-12.

Taliban telah menguasai 13 provinsi di Afghanistan. Dalam gambar 11 Provinsi yang telah dikuasai Taliban dan yang mamsih bertahan. (Al Jazeera)

Sementara itu, sebuah sumber pemerintah mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemerintah Afghanistan telah menawarkan untuk berbagi kekuasaan dengan Taliban agar perang segera berhenti. (nis)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *