Kantor Imigrasi Malang Pastikan WNA Aman dari Infeksi Omicron

Kepala Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Satria Adi Wicaksana saat ditemui di ruangannya (Foto: Lalu Theo/ngopibareng.id)

[ad_1]

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang memastikan tidak ada Warga Negara Asing (WNA) di Malang Raya yang terinfeksi Covid-19 varian Omicron.

Wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang sendiri meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Batu dan Kabupaten Lumajang.

Kepala Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Satria Adi Wicaksana mengatakan bahwa pencegahan penyebaran Omicron WNA ke Indonesia sudah tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas Covid-19 No. 1/2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19.

“Di sana diatur terkait pelarangan WNA dari 14 negara untuk memasuki Indonesia. Keempat belas negara tersebut seperti Afrika Selatan, Botswana, Norwegia, Perancis, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambik, Namibia, Eswatini, Lesotho, Inggris, dan Denmark,” ujarnya pada Jumat, 7 Januari 2022.

Satria juga menambahkan, pelarangan juga dilakukan bagi WNA yang pernah memiliki riwayat perjalanan di 14 negara tersebut. Mereka dilarang memasuki Indonesia untuk mencegah virus Omicron.

“Termasuk WNA yang sempat transit di negara tersebut. Aturan juga berlaku bagi mereka yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi negara tersebut dalam kurun waktu 14 hari,” katanya.

Satria mengatakan, sepanjang tahun 2021 lalu, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang memberikan perpanjangan izin tinggal kepada 2.054 WNA.

“Untuk waktu izin tinggal WNA diberikan batas waktu maksimal 60 hari dan dapat melakukan perpanjangan waktu kembali selama pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dokter Husnul Muarif mengatakan bahwa kedatangan WNA maupun TKI yang menuju Kota Malang akan dilakukan screening terlebih dahulu di Bandara Juanda, Surabaya.

“Di Surabaya sudah disiapkan banyak tempat untuk penampungan TKI mana kala pada saat di-skrining PCR-nya positif. Tempatnya sudah ada, kamarnya karantina juga, baru di PCR lagi, kalau negatif baru dipulangkan,” katanya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.