Kapolda Sumsel Nyekar Makam Akidi Tio, Herianti Dicek Kejiwaannya

  • Bagikan
Kapolda Sumsel nyekar ke makam Akidi Tio, polisi periksa kejiwaan dan psikologis Herianti. (Foto: dtk)


Analisis dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut tak ada uang senilai Rp 2 T di bilyet giro. Polisi pun memeriksa kejiwaan Heriyanti untuk membongar motif gaduh bantuan bodong. Sedangkan, Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri disebut telah nyekar ke makam mendiang Akidi Tio, setelah menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

Periksa Psikologis dan Kejiwaan

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi menyebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan pada psikologis Heriyani. Sambil menunggu hasilnya keluar, kepolisian juga telah berkoordinasi untuk melakukan tes kejiwaan pada anak bungsu Akidi Tio itu.

Kini polisi menyebut sedang menunggu hasil tes psikologis dan kejiwaan Heriyanti. “Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan baik itu dari psikologi Polda Sumsel kemudian dari kejiwaan yang ada di Pemda,” kata Supriadi, dikutip dari detik.com, Senin 9 Agustus 2021.

Menurutnya, petugas dari dua lembaga membutuhkan waktu sedikitnya lima hari untuk mengeluarkan hasil pemeriksaan.

Selanjutnya, ia juga menegaskan jika kondisi fisik anak perempuan Akidi Tio itu sudah membaik. Ia pun dinyatakan negatif Covid-19 dari hasil pemeriksaan terbarunya. Selain Herianti, polisi juga akan memeriksa lima anak Akidi Tio yang ada di Jakarta.

Kapolda Sumsel Nyekar

Sementara, Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri disebut telah nyekar ke makam mendiang Akidi Tio. Namun Supriadi menyebut jika nyekarnya Kapolda Sumsel itu tak berkaitan dengan kasus bantuan bodong dari Herianti. Meski, tak dijelaskan pula apa tujuan Kapolda Sumsel nyekar ke makam mantan sahabatnya itu. “Beliau kebetulan lewat sana. Ya beliau mampir, tak ada maksud apa-apa. Kedatangan Kapolda ke sana sifatnya pribadi tidak ada kaitannya dengan kasus,” ujar Supriadi, Senin 9 Agustus 2021.

Kapolda Minta Maaf

Sebelumnya, Kapolda Sumsel telah menyampaikan permintaan maaf lantaran menyebabkan kabar bohong bantuan Rp 2 triliun tersebar dan memantik gaduh. Ia mengaku sebagai individu lalai, dan tak melakukan klarifikasi atas janji bantuan yang bernilai fantastis tersebut.

Sementara, PPATK sendiri telah memastikan jika bilyet giro senilai Rp 2 triliun yang diseerahkan anak Akidi Tio, adalah bodong. (Dtk)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *