Karena Lockdown, Orang Tajir Malaysia Sewa Helikopter Cuma Buat Takeaway Nasi Ganja

  • Bagikan


Orang Tajir Malaysia Sewa Helikopter dari KL ke Ipoh Buat Ambil Pesanan Takeaway Nasi Ganja

Kepolisian Diraja Malaysia memeriksa berbagai pihak yang terlibat insiden helikopter viral pekan lalu. Pangkal masalahnya seperti ini: sebuah helikopter warna merah terbang dari Kuala Lumpur menuju kota Ipoh, yang normalnya butuh lebih dari tiga jam perjalanan darat.

Helikopter ini disewa untuk mengambil pesanan makanan di salah satu restoran terkenal Kota Ipoh, yang menjual nasi ganja. Makanan unik ini (kombinasi nasi lemak dengan ayam saus merah, serta bumbu kari yang bikin nagih makanya dijuluki ‘ganja’) tidak banyak cabangnya di kota lain. Itu kemungkinan besar penyebab sosok tajir di Kuala Lumpur sampai bela-belain menyewa helikopter demi memesan takeaway 36 paket nasi ganja favoritnya.

Masalahnya, sebagian negara bagian Malaysia masih menerapkan lockdown. Alhasil, tindakan helikopter itu bukan hanya viral karena absurd, namun juga melanggar aturan penanggulangan pandemi.

Penularan Covid-19 masih tinggi di Negeri Jiran. Pada awal pekan ini, kasus positif sempat menyentuh 17.000 per hari. Itu sebabnya, lockdown masih diterapkan oleh pemerintah setempat, termasuk larangan bepergian lintas negara bagian. Poin inilah yang dilanggar helikopter tersebut.

Netizen mengungkapkan kekesalannya, karena helikopter itu sudah pasti disewa orang kaya. Kalau sampai penyewa helikopter tak sosok tajir seakan dibiarkan pemerintah melanggar aturan, sekadar buat beli makanan. Kecaman membesar, karena sudah ada kasus politikus dan aparat melanggar aturan lockdown hanya kena denda yang kecil saja. Muncul pula tekanan warga supaya lisensi pilot, serta izin helikopter swasta itu dicabut.

Kota Ipoh adalah ibu kota negara bagian Perak, yang berjarak 170 km dari Kuala Lumpur. Perusahaan pemilik helikopter rental itu mengaku surat jalan ke Ipoh sudah sesuai, namun belakangan polisi mendapat bukti, si pilot menyalahgunakan izin terbang.

“Kami sudah mendapat keterangan dari pemilik restoran nasi ganja, perusahaan penyewaan helikopter, otoritas penerbangan, hingga pihak yang menyewa helikopter tersebut,” kata Mior Faridalathrash Wahid, selaku Kepala Polisi Perak. “Izin terbang helikopter tersebut untuk perawatan, bukan mengambil pesanan nasi ganja.”

Hingga artikel ini dilansir, media massa di Malaysia masih belum berhasil mendapat informasi siapa sosok pemesan 36 paket nasi ganja tersebut. Pihak yang sudah disorot media baru pemilik bisnis rental helikopter itu, dan dia tidak bersedia diwawancarai kecuali lewat pengacaranya.

Adapun, berkat berita viral ini, restoran penjual nasi ganja di Ipoh mengaku kebanjiran order. Dia sempat pasrah, karena bisnisnya lesu selama lockdown. “Berarti ini memang rezeki saya setelah ramai media melaporkan pesanan takeaway yang diambil helikopter,” tandasnya, saat diwawancarai the New Strait Times.

Follow Heather Chen di Twitter.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *