Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Banyuwangi Rekrut Relawan Nakes

  • Bagikan
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengecek ruang isolasi di RSUD Blambangan beberapa waktu lalu (foto:istimewa)


Lonjakan pasien Covid-19, Pemkab Banyuwangi membuka rekrutmen relawan tenaga kesehatan (nakes). Relawan yang dibutuhkan terdiri dari dokter umum, perawat, bidan, tenaga teknis farmasi, analis laboratorium, dan radiografer. Selain itu juga dibutuhkan relawan untuk petugas oksigen, juru rawat jenazah, petugas kebersihan ruang rawat inap, dan transporter.

Jumlah nakes yang dibutuhkan sebanyak 85 orang. Nantinya para relawan nakes ini akan ditempatkan di Rumah Sakit milik Pemkab Banyuwangi yakni RSUD Blambangan dan RSUD Genteng.

“Memang setelah kita cek di lapangan, ada keluhan soal ketersediaan tenaga kesehatan di tengah lonjakan pasien. Maka RSUD Blambangan dan RSUD Genteng merekrut relawan tenaga kesehatan,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Selasa, 6 Juli 2021.

Ipuk menambahkan, saat ini rekrutmen relawan tenaga kesehatan ini sudah proses seleksi. Ipuk meminta proses rekrutmen relawan ini dipercepat agar bisa segera membantu penanganan pandemi covid-19.

“Paling lambat besok sudah tanda tangan kesiapan bekerja,” tegasnya.

Pemkab Banyuwangi, lanjut Ipuk, juga akan mengatur skema rekrutmen relawan tenaga kesehatan. Terutama perawat yang bisa diperbantukan ke Rumah Sakit swasta yang menjadi rujukan penanganan Covid-19.

“Karena memang jumlah nakes saat ini jadi tantangan. Di satu sisi ada kenaikan jumlah pasien. Di sisi lain, beberapa nakes harus isolasi mandiri,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Genteng, dr. Rudi Hartawan mengatakan, para relawan yang telah mendaftar secepatnya akan segera bekerja. Dia menyebut saat in proses seleksi sedang berlangsung.

“Kami butuh para relawan karena RSUD Genteng akan menambah kapasitas bed. Kami berterima kasih ternyata banyak yang peduli dengan kondisi saat ini,” katanya.

Direktur RSUD Blambangan dr Indah Sri Lestari mengatakan, relawan nakes yang direkrut ini, nantinya akan bekerja minimal selama satu bulan. Namun, kata Dia, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan perpanjangan.

“Selama bekerja para relawan akan mendapat insentif sesuai standar yang ada di RSUD Blambangan,” ujarnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *