Kasus COVID-19 Nambah, Satgas di Mojokerto Semprot Disinfektan

Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto semprotkan disinfektan. (Foto: Deni Lukmantara/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Sejak beberapa pekan terakhir angka penderita COVID-19 di Jawa Timur naik secara signifikan. Termasuk di Kabupaten Mojokerto, sejumlah PPKM mikro yang awalnya zona kuning kini menjadi zona oranye. Guna menekan penyebaran COVID-19, Satgas COVID-19 yang terdiri dari petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan relawan melakukan semprotan disinfektan massal.

Kegiatan ini diawali dengan apel gabungan di halaman Mapolres Mojokerto jalan Gajah Mada Nomor 99, Kecamatan Mojosari.

Terpantau ada satu mobil water canon, dua mobil Pemadam Kebakaran (PMK) dan sekitar tiga mobil komando milik Polres Mojokerto bahu-membahu melaksanakan penyemprotan disinfektan secara massal di sepanjang Jalan Protokol di wilayah Kecamatan Mojosari.

Selain itu, Tim Satgas Covid-19 yang dipimpin langsung oleh Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander bersama Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto dengan menaiki mobil PMK juga melaksanakan penyemprotan disinfektan di lokasi-lokasi yang menjadi fasilitas umum, termasuk di dalam PPKM mikro Kelurahan Kauman Kecamatan Mojosari.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, penyebaran wabah COVID-19 di Kabupaten Mojokerto meningkat dalam beberapa hari. Hal ini terlihat dari data yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas COVID-19, di mana ada beberapa Kecamatan di Kabupaten Mojokerto yang berada pada zona oranye, termasuk Kecamatan Mojosari.

Selain percepatan vaksinasi, penyemprotan disinfektan di wilayah terpencil adalah langkah strategis yang diambil Satgas COVID-19 Kabupaten Mojokerto untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.

Jalan protokol di Kecamatan Mojosari disemprot disinfektan. (Foto Deni Lukmantara/Ngopibareng.id)
Jalan protokol di Kecamatan Mojosari disemprot disinfektan. (Foto Deni Lukmantara/Ngopibareng.id)

“Seluruh wilayah per kecamatan se-Kabupaten Mojokerto juga melakukan penyemprotan disinfektan. Kita akan lebih memaksimalkan lagi PPKM skala mikro,” kata Dony kepada wartawan, Kamis 24 Juni 2021.

Kasus COVID-19 di Kabupaten Mojokerto terus naik, termasuk beberapa daerah di Jawa Timur. Lonjakan kasus membuat Kabupaten Mojokerto yang berstatus zona kuning atau risiko penyebaran Covid-19 tergolong rendah, menjadi zona oranye atau risiko sedang.

Jumlah warga Kabupaten Mojokerto yang terinfeksi COVID-19 bertambah 33 jiwa, sehingga kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto menjadi 2765 jiwa pada Rabu 23 Juni 2021. Terdiri dari 240 kasus aktif, 2.450 pasien sembuh dan 75 pasien meninggal dunia.

Dony menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan 5M dan 3T (testing, tracing dan treatment) untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto. Ia juga meminta agar masyarakat tidak menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

“Saya himbau kepada masyarakat agar tidak menggelar kegiatan yang cukup besar untuk menghindari kerumunan. Yang ingin menggelar hajatan silakan ajukan ke Satgas COVID-19, kami akan menelaah, akan mengecek dan jika melanggar prokes akan kami bubarkan,” tandasnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.