Kasus Melonjak, Pemerintah Perkuat Usaha Preventif Hingga Pengobatan Pasien Covid-19

  • Bagikan


Jakarta, SuaraKupang.com – Meningkatnya kasus konfirmasi Covid-19 memaksa pemerintah untuk melakukan segala cara agar kasus konfirmasi Covid-19 dapat terkendali. Langkah Preventif dilakukan antara lain percepatan vaksinasi dan pemberlakuan PPKM Mikro Darurat pada wilayah yang termasuk zona merah-orange seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan layanan kesehatan bagi pasien Covid-19 dengan menambah fasilitas kesehatan dan mempercepat uji klinis Ivermectin.

Khusus DKI Jakarta, meningkatkan kasus konfirmasi Covid-19 berimbas pada keterisian tempat tidur di rumah sakit. Kementerian Kesehatan bergerak cepat dengan menetapkan tiga rumah sakit sebagai RS khusus COVID-19 agar ketersediaan tempat tidur bagi pasien COVID-19 terjaga. Rata-rata nasional angka keterisian tempat tidur adalah 67-68 persen, namun di beberapa daerah angka keterisian tempat tidur mencapai angka 80 persen.

“Kita melihat di Yogyakarta dan di Jawa Tengah itu sudah mencapai 88 persen, di Banten itu 92 persen, dan di DKI Jakarta itu mencapai 91 persen,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Senin (28/6).

Melihat kondisi kapasitas keterisian tempat tidur cukup tinggi terutama di daerah Jakarta dan sekitarnya, maka Kementerian Kesehatan menunjuk tiga rumah sakit vertikal yang berada langsung di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan untuk dikhususkan sebagai RS perawatan pasien COVID-19. Tiga RS tersebut antara lain RSUP Fatmawati, RSPI Sulianti Saroso, dan RSUP Persahabatan.

Direktur Utama RSPI Sulianto Saroso dr. Mohammad Syahril mengatakan ketersediaan tempat tidur di RSPI Sulianti Saroso hingga hari ini rasionya 100 persen dengan beban 96 persen. Pihaknya akan menambah 100 tempat tidur yang diawali dengan penambahan 24 tempat tidur sejak tanggal 12 juni. Selanjutnya direncanakan akan menambah 45 tempat tidur sehingga jadi 145 tempat tidur hingga pertengahan Juli 2021. Selain itu, ada 409 tempat tidur di RSUP Persahabatan. Syahril menegaskan RSUP Persahabatan dan RSPI Sulianti Saroso hanya menerima rujukan kasus COVID-19 berat dan kritis. Tidak semua pasien yang datang ke RS tersebut karena COVID-19 akan dirawat, tapi akan dirujuk ke RS terdekat bila kondisinya ringan sampai sedang. Sementara itu, di RSUP Fatmawati terdapat 500 tempat tidur.

“Peningkatan kasus konfirmasi COVID-19 cukup signifikan. Kenaikan pasca lebaran ini dikarenakan adanya peningkatan mobilitas sebelum pengetatan dan sesudah pengetatan larangan mudik, ditambah lagi protokol kesehatan yang sudah melonggar, serta ditambah adanya varian baru yang penularannya cepat. Masyarakat harus semakin disiplin protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun,” terangnya.

Menkes Percepat Vaksinasi
Upaya pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 salah satunya melalui pembentukan Herd Immunity dengan vaksinasi. Vaksin tahap ke-18 dengan jumlah 14 juta dalam bentuk bulk atau bahan baku produksi Sinovac datang pada Rabu (30/6/2021). Vaksin yang disimpan dalam tujuh envirotainer besar tiba dengan pesawat Garuda dan diberangkatkan ke fasilitas Bio Farma di Bandung, Jawa Barat.

“Alhamdulillah, telah datang lagi tambahan 14 juta vaksin dalam bentuk bahan baku dari Sinovac Biotech. Artinya perlu proses sekitar satu bulan di Bio Farma untuk menjadi vaksin jadi yang siap dipakai,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Rabu (30/6).

Dengan kedatangan vaksin tahap ke-18 ini, maka Indonesia telah menerima 118, 7 juta dosis vaksin yang terdiri dari 13,2 juta dosis vaksin jadi produksi Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm. Kemudian 105,5 juta dosis vaksin produksi Sinovac dalam bentuk bahan baku, yang setelah diolah di Bio Farma, akan dihasilkan 85 juta vaksin bentuk jadi. Sehingga secara total dari berbagai merek, hingga 30 Juni ini, Indonesia memiliki sebanyak 98,2 juta dosis vaksin bentuk jadi.

Pemerintah akan mempercepat program vaksinasi agar di akhir tahun 181,5 juta rakyat Indonesia sudah divaksin paling tidak satu kali. Dia mengingatkan, vaksin ini tidak membuat jadi kebal seperti ‘Superman’ terhadap virus COVID-19. Namun, vaksin ini membuat tubuh lebih tahan, lebih cepat mengindikasikan jika terpapar virus, dan respon jadi lebih cepat melawan virus tersebut. “Sehingga orang yang divaksin masih bisa terkena virus COVID-19 tetapi yang tadinya penyakitnya berat jadi ringan, kalau ringan jadi tanpa gejala. Intinya membuat daya tahan tubuh lebih baik,” ujarnya.

Untuk itu meski sudah divaksin, Menkes Budi minta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan. Kondisi kita saat ini kasus konfirmasi Covid-19 sedang tinggi. Pemerintah telah mengantisipasi sejak sebelum Lebaran dengan mempersiapkan rumah sakit, ketersediaan obat, vaksinasi tenaga kesehatan hingga tabung oksigen. “Sekarang tolong bantu kami dengan cara kalau tidak ada kegiatan yang penting tinggallah di rumah. Supaya bisa mengurangi laju penularan. Melindungi diri, dan keluarga, masyarakat, dan negara kita,” ujarnya.

Pemerintah berkomitmen untuk melipatgandakan semua upaya untuk terus melakukan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) serta mempercepat dan memperluas vaksinasi. Dia pun berpesan agar semua individu, pelaku usaha, pemerintah pusat dan daerah tanpa terkecuali, untuk juga melipatgandakan protokol kesehatan. “Ayo kita semakin serius, semakin disiplin, semakin saling mengingatkan. Agar tidak ada lagi yang kehilangan anggota keluarganya, karyawan yang dirumahkan, dan pelaku usaha yang menutup usahanya karena pandemi ini. Kita bangun Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, Indonesia Tumbuh,” ajak Menkes Budi.

Terapi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Untuk mendapat obat terapi murah pencegahan dan penyembuhan dari virus SAR Cov-2, pemerintah melakukan percepatan uji klinis yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap Ivermectin. Persiapan pun sudah dilakukan PT Indofarma untuk memproduksi obat Ivermectin secara massal sehingga ketika uji klinis selesai dilakukan dan izin edar sudah dikeluarkan BPOM, maka obat tersebut siap diproduksi besar-besaran dalam waktu singkat.

“Secara infrastruktur kami siap untuk memproduksi Ivermectin secara massal. Obat ini akan menjadi obat terapi yang murah bagi rakyat, terlebih Indofarma sudah menyiapkan produksi sebesar 4,5 juta tablet per bulan. Jika uji klinis BPOM selesai dan sudah keluar izin edarnya sebagai tanda bahwa obat Ivermectin ternyata baik untuk kita semua, maka produksi ini akan kita genjot demi mengurangi dengan cepat kasus positif COVID-19,” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Senin (28/6).

Penyediaan obat terapi COVID-19 yang murah memang menjadi perhatian utama Menteri Erick Thohir. Hal ini tak lain agar masyarakat yang lebih memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan pokok di tengah pandemi ini tidak lagi terbebani dengan harga obat yang mahal. Menurut rencana harga obat terapi Ivermectin akan dibanderol dengan harga antara Rp5.000 hingga Rp7.000 setiap tabletnya.

“Dengan harga obat yang murah dan terjangkau, saya yakin rakyat akan bisa mendapatkannya dengan mudah dan tidak akan menjadi beban. Terlebih untuk pencegahan terhadap COVID-19, tidak perlu selalu dikonsumsi dan hanya 2-3 tablet. Begitu pula untuk penyembuhan. Semoga ikhtiar kita untuk membuat rakyat kita sehat dan Indonesia terbebas dari pandemi ini segera terwujud,” jelasnya.

Sebelumnya, PT Indofarma Tbk melakukan inovasi dalam memproduksi obat Ivermectin, obat minum anti parasit secara in vitro memiliki kemampuan anti-virus yang luas dengan cara menghambat replikasi virus SARS-CoV-2. PT Indofarma Tbk mampu memproduksi produk generik dari Ivermectin 12 mg secara massal.

Ivermectin dalam tahap penelitian di Balitbangkes dan bekerjasama dengan beberapa Rumah Sakit, termasuk di antaranya Rumah Sakit dibawah Kementerian Pertahanan. Penelitian dilakukan untuk membuktikan Ivermectin dapat digunakan dalam management Covid-19 baik sebagai pencegahan (profilaksis) ataupun pengobatan. Dengan diperolehnya izin edar BPOM RI bernomor GKL2120943310A1, PT Indofarma Tbk siap memproduksi hingga 4 juta tablet Ivermectin 12 mg per bulan.

PT Indofarma Tbk juga telah memiliki ragam produk untuk penanggulangan COVID-19. Untuk kategori obat, PT Indofarma Tbk telah memproduksi dan memperoleh izin edar antara lain Oseltamivir 75 mg kapsul dan Remdesivir 100 mg injeksi dengan merek Desrem. Sedangkan untuk alat kesehatan, PT Indofarma Tbk telah memproduksi dan memperoleh izin edar antara lain Masker medis 3 ply dan Viral Transport Medium.

“Ivermectin harus digunakan dengan resep serta pengawasan dokter. Saya berharap, meski usaha pemerintah dan juga perusahaan-perusahaan BUMN sudah maksimal dalam memerangi pandemi ini dengan cara mendatangkan vaksin dan memproduksi obat, peran dan kesadaran tinggi dari masyarakat dalam memakai masker, menjaga jarak, hindari kerumunan, dan mencuci tangan tetap menjadi kunci utama agar kita bisa selamat dari pandemi yang masih tinggi ini,” tutupnya.

Upaya BUMN Tekan Penyebaran Covid-19
KAI Commuter melakukan Tes Acak Antigen kepada 350 valon pengguna KRL di enam stasiun antara lain Stasiun Bogor, Cikarang, Bekasi, Tangerang, Tanah Abang, dan Manggarai. Dari 350 orang tersebut, 33 orang diantaranya reaktif dan tidak diizinkan untuk melanjutkan perjalanan.

“Ini merupakan layanan cuma-Cuma yang diselenggarakan KAI Commuter sejak 21 Juni 2021 lalu. Setiap harinya ditargetkan ada 350 orang calon pengguna KRL dari enam stasiun yang mengikuti tes acak antigen ini,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba di Jakarta, Rabu (30/6).

Sementara itu hingga pukul 17.00 WIB tercatat volume pengguna KRL sebanyak 227.131 orang atau berkurang 2 persen dibanding kemarin pada waktu yang sama yaitu 231.177 orang. Walaupun hari kerja, tercatat volume pengguna KRL pada Senin (28/6) sebanyak 350.236 orang dan pada Selasa (29/6) sebanyak 317.912 orang atau berkurang 10%. Berkurangnya pengguna KRL sejalan dengan anjuran pemerintah untuk beraktivitas dari rumah.

Sedangkan maskapai Garuda Indonesia menyediakan fasilitas layanan vaksinasi COVID-19 bagi penumpang yang telah memiliki tiket penerbangan Garuda Indonesia. Penumpang berusia 18 tahun keatas yang akan melakukan penerbangan dengan Garuda Indonesia, dapat mengakses layanan vaksinasi COVID-19 baik dosis pertama maupun kedua untuk jenis vaksin Sinovac.

“Penyediaan layanan vaksinasi ini merupakan bentuk komitmen dan dukungan Garuda Indonesia untuk turut andil memberikan kontribusi maksimal dalam upaya percepatan program vaksinasi nasional. Kami percaya program vaksinasi ini merupakan “game changer” yang memegang peranan penting dalam upaya penanggulangan pandemi di Indonesia dan sudah seharusnya mendapatkan dukungan penuh semua pihak,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra.

Dalam implementasinya, layanan vaksinasi ini akan dilaksanakan oleh tenaga kesehatan profesional dari Garuda Sentra Medika (GSM) yang merupakan unit layanan kesehatan Garuda Indonesia serta turut berkerjasama dengan otoritas kesehatan setempat di wilayah Bandara Internasional Soekarno Hatta. Pelaksanaan program vaksinasi ini tentunya akan mengacu pada petunjuk pelaksanaan prosedur vaksinasi untuk jenis vaksin Sinovac, termasuk ketentuan screening penerima vaksin mengacu pada ketentuan yang berlaku.

BUMN produsen baja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk turut berpartisipasi dalam penyediaan pasokan oksigen untuk kebutuhan penanganan Covid-19. Pada tahap awal oksigen yang dihasilkan akan dialokasikan untuk kebutuhan Provinsi Banten dan Jakarta dalam penanganan pasien Covid-19. Tidak menutup kemungkinan dalam bentuk lain seperti dikirim menggunakan tangki khusus ke daerah yang membutuhkan.

“Pada hari Minggu pagi (27/6), kami dihubungi oleh Pak Luhut Panjaitan dalam kaitan membantu memasok oksigen untuk penanganan Covid-19. Setelah dilakukan pengecekan ke pabrik oksigen Krakatau Steel di Cilegon, kami berikan oksigen yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 secara gratis. Kemudian kami berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Kesehatan guna eksekusi selanjutnya,” jelas Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim.

Krakatau Steel memproduksi oksigen dalam memenuhi kebutuhan pabrik baja pada proses pembuatan baja di semua lini produksi baik dari iron making, steel making, maupun rolling mill. Oksigen terutama digunakan pada proses steel making dalam proses peleburan dan post production untuk membantu proses pemotongan produk. Kebutuhan oksigen Krakatau Steel didistribusikan dari Pabrik Gas Industri (PGI) milik Krakatau Steel sendiri dengan kapasitas 5.000 NM3/jam.

“Pabrik oksigen Krakatau Steel dapat mengisi 19 botol tabung oksigen secara bersamaan selama 30 menit, sehingga dalam waktu setengah hari kami dapat menghasilkan total 300 botol tabung oksigen,” tambah Silmy Karim.

Kapasitas tangki penampungan oksigen cair sebesar 100.000 liter atau setara 237.131 NM3 dapat menghasilkan sekitar 39.521 botol oksigen siap pakai. Saat ini Krakatau Steel memiliki 300 tabung gas oksigen masing-masing berkapasitas 6 NM3. “Pada prinsipnya kami siap mendukung kebutuhan oksigen untuk medis tentunya dengan tetap mempertahankan keberlangsungan dukungan untuk proses produksi produk Krakatau Steel dan sesuai dengan kapasitas yang kami miliki. Dukungan ini sifatnya kemanusiaan dan tidak untuk kepentingan komersial,” tutup Silmy.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *