Kebijakan Pemerintah Amerika, India, dan Prancis saat Pandemi

Ilustrasi sebaran Covid-19 di dunia. (Foto: unsplash.com)

[ad_1]

Pandemi belum juga usai. Di dunia, terdapat tiga negara dengan kasus covid-19 dengan kasus tertinggi. Adalah Amerika Serikat di peringkat pertama, India di urutan kedua, dan kelima diduduki oleh Prancis.

Melalui perwakilan pelajar Indonesia di ketiga negara di atas, berikut kisah penanganan pemerintah di sana kala pandemi. Di negeri Paman Sam ada Diyanah Afifah Ramadhaniyati, mahasiswa S2 Comparative and Regional Studies, American University, di India Naufal Rizqulloh, mahasiswa S2 English Literature, Mangalore University dan Prancis diwakili Reza Fadli Hamdani, mahasiswa S1 Sivilisasi Asing Pendidikan Yunani di Universite de Strasbourg.

Pemberitahuan Informasi Covid Melalui Berbagai Platform

Pemerintah Amerika Serikat mengirimkan sejumlah informasi terkait penanganan covid-19. Salah satunya pemberitahuan vaksinasi melalui elektronik mail alias email. Selain informasi tentang vaksinasi, tersedia pula informasi tentang tips menjaga kesehatan selama pagebluk.

“Selain pemberitahuan eligibility vaksinasi, di email ada imbauan terkait meningkatkan kesadaran agar patuh protokol kesehatan saat pandemi. Misal penggunaan masker, serta cara menjaga kesehatan juga. Informasi ini dikirimnya weekly,” kata perempuan yang akrab disapa Didi itu melalui Zoom Meeting, Jumat 23 Juli 2021.

Didi menambahkan, pemerintah mengirim pemberitahuan kepada warga kalau mereka berjuang maksimal dalam menangani covid ini. “Di email juga tertulis kalau pemerintah berjuang mati-matian menangani covid. Mereka mengaku sedih atas banyaknya kematian yang ada, serta mengajak masyarakat bekerja sama dalam melawan pandemi Covid-19 ini,” imbuhnya.

Senada dengan negeri paman sam, di India pelajar menerima imbauan untuk taat prokes setiap bulan. Email tersebut dikirm bukan dari pemerintah, melainkan International Student Officer.

“Di India ada imbauan panduan terkait traveling serta agar tetap patuh protokol kesehatan lewat email. Biasanya emailnya itu tiap bulan,” sahut Naufal.

Berbeda dengan kedua negara di atas, Pemerintah Prancis memberi informasi terkait tips menjaga kesehatan melalui tiga platform. Yaitu SMS, Youtube, dan televisi. “Informasi terkait tips agar stay healthy lewat SMS, dikirimnya 3 minggu sekali. Seringnya muncul di Youtube dan TV sih,” timpal Reza.

Transportasi Dibatasi

Semenjak pandemi melanda Amerika Serikat pada 2020, hingga sekarang pemerintah menyediakan bis gratis untuk warga. Kendati demikian, kapasitasnya tetap dibatasi. Di sisi lain, ditemukan pula beberapa bis antar daerah mulai kembali berbayar.

Akibatnya, transportasi kereta mengalami kerugain besar. Sama halnya dengan kereta, transportasi darat jenis taksi juga mengalami hal serupa.

“Ada bis gratis untuk warga. Sekarang bahkan jadi transportasi pilihan masyarakat. Kalau peak hours bisa ngantre penumpangnya hingga puluhan. Makanya kereta sempat alami kerugian gara-gara ini,” jelas Didi.

Berbeda dengan Amerika Serikat yang membatasi penumpangnya, Prancis melonggarkan transportasi yang beroperasi. Kebijakan pelonggaran ini berlaku sejak awal Juni 2021. Sementara, sebelumnya transportasi berupa bus dan trem jadwal beroperasinya dibatasi.

“Dari Februari, April hingga Mei itu pernah kayak 2 minggu hingga satu bulan bis antar kota ditiadakan. Tremnya masih ada tapi jamnya dibatasi sampai pukul 21.00 waktu Prancis. Sudah mulai ada lagi dan tidak ada pembatasan kalau nggak salah per awal Juni 2021,” timpal Reza.

Sementara di India sendiri, transportasi apa pun dilarang beroperasi sejak gelombang dua tsunami covid. Sejumlah transportasi darat kembali aktif pada Juli 2021.

“Pas second wave di bulan April serratus persen kendaraan tidak beroperasi karena India lockdown. Mulai dari bajai, kereta, hingga taksi. Paling yang masih keluar kendaraan pribadi. Kalau sekarang ojek online dan bajai, serta kereta di kota besar seperti Bangalore sudah aktif lagi,” tutup Naufal.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.