Kebutuhan Donor Plasma Darah untuk Pasien Covid-19

  • Bagikan
Ilustrasi donor plasma untuk membantu pasien Covid-19. (Foto: Istimewa)


Terapi plasma darah Covid-19 menjadi salah satu perawatan yang dilakukan pada pasien corona. Metode penyembuhan ini memanfaatkan antibodi di dalam darah pasien sembuh corona dan diberikan pada pasien Covid-19 yang masih terinfeksi.

Dikutip dari plasmakonvalesen.covid19.go.id, donor plasma konvalesen adalah satu di antara metode imunisasi pasif yang dilakukan dengan memberikan plasma orang yang telah sembuh dari Covid-19 kepada pasien positif. Hal tersebut, bertujuan sebagai terapi tambahan Covid-19 dengan mengajak orang yang telah sembuh dari Covid-19 untuk menjadi pendonor plasma.

Pengertian Plasma Darah Konvalesen

Dalam tubuh manusia terdapat darah yang berperan untuk seluruh organ dalam tubuh. Darah sendiri dibagi menjadi empat komponen, yakni plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Di dalam plasma darah membentuk sekitar 55 persen darah dalam tubuh, yang menjalankan beberapa fungsi utama pada tubuh, termasuk mengangkut produk limbah.

Di dalam plasma darah terkandung sekitar 92 persen air, yang berperan untuk mengisi pembuluh darah, dan yang membuat darah dan nutrisi lainnya terus bergerak melalui jantung. Sedangkan 8 persen plasma darah mengandung beberapa bahan utama, seperti protein, imunoglobulin, dan elektrolit. Jadi, ketika darah dipisahkan menjadi komponen utama, plasma darah akan tampak seperti cairan yang berwarna kuning.

Fungsi Plasma Darah

Plasma darah berfungsi untuk membuang limbah dari fungsi seluler yang membantu untuk mneghasilkan energi, plasma darah juga berperan untuk menerima dan mengangkut limbah tersebut ke area lain dalam tubuh, seperti organ ginjal atau hati, yang kemudian akan dibuang. Plasma juga membantu untuk menjaga suhu tubuh dengan cara menyerap dan melepaskan panas sesuai kebutuhan.

Selain untuk mengangkut limbah serta mengatur suhu tubuh. Fungsi Plasma darah meliputi:

1. Membantu menjaga tekanan dan volume darah.

2. Menyediakan protein penting untuk pembekuan darah dan kekebalan.

3. Membantu membawa elektrolit ke otot.

4. Membantu menjaga keseimbangan pH yang tepat dalam tubuh untuk mendukung fungsi sel.

Ilustrasi donor plasma. (Grafis: Istimewa)

Komponen dalam Plasma Darah

1. Protein

Di dalam plasma darah terkandung dua protein kunci yang disebut albumin dan fibrinogen, keduanya sangat penting bagi tubuh, Albumin bertugas untuk menjaga keseimbangan cairan, yang disebut dengan tekanan onkotik dalam darah.Tekanan onkotik bertugas mencegah cairan yang bocor ke area tubuh dan kulit di mana hal tersebut biasanya lebih sedikit cairan yang terkumpul.

Sedangkan, Fibrinogen berfungsi untuk membantu mengurangi pendarahan aktif, dan yang terpenting dari proses pembekuan darah. Jadi bila seseorang kehilangan banyak darah, maka mereka juga akan kehilangan plasma dan fibrinogen. Hal tersebut akan mempersulit pembekuan darah yang dapat menyebkan hilangnya darah secara signifikan.

2. Imunoglobulin

Dalam plasma darah terdapat kandungan gamma globulin atau sejenis dengan Imunoglobulin yang berfungsi untuk melawan infeksi serta berbagai enzim, hormon, juga vitamin dalam jumlah yang kecil.

3. Elektrolit

Elektrolit membantu mengantarkan listrik saat dilarutkan dalam air, umumnya termasuk natrium, kalium, magnesium, dan kalsium. dari masing-masing elektrolit tersebut yang nantinya akan memiliki peran penting bagi tubuh, jika seseorang tak cukup memiliki elektrolit maka akan mengalami berbagai gejala, seperti melemahnya otot, kejang, dan membuat irama jantung tidak beraturan.

Plasma merupakan bagian terpenting dalam pengobatan dengan banyak masalah kesehatan yang serius. Itulah sebabnya mengapa ada donor darah yang meminta orang lain untuk mendonorkan plasma darahnya. Selain terdapat air, garam, dan juga enzim. Plasma darah juga  mengandung komponen penting, termasuk antibodi, faktor pembekuan, dan protein albumin juga fibrinogen.

Orang yang Berhak Menerima Donor Plasma

Penerima donor plasma adalah penderita Covid-19 mulai dari stadium sedang, berat dan kritis. Meski demikian efektifitas terapi plasma ini lebih optimal bila diberikan lebih dini (sejak awal). Hal itu dikarenakan antibodi di dalam plasma berfungsi menghilangkan virusnya bukan memperbaiki kerusakan organ yang sudah terjadi. Berdasarkan penelitian, donor plasma dapat mencegah perburukan penyakit dari sedang ke berat dan berat ke kritis.

Kriteria Donor Penyintas Covid-19

– Pernah terdiagnosis konfirmasi Covid-19 (hasil swab PCR dan/atau swab antigen positif)

– Bebas dari gejala Covid-19 (demam/batuk/sesak/diare) sekurang-kurangnya 14 hari.

– Usia 18-60 tahun

– Laki-laki, perempuan yang belum pernah hamil

– Berat badan minimal 55 kg

– Tidak memiliki penyakit yang berat (gagal ginjal, jantung, kanker, kencing manis, darah tinggi tidak terkontrol).

Mengapa perempuan yang pernah Hamil Tak Boleh Donor Plasma?

Perempuan yang pernah hamil tidak bisa mendonorkan plasmanya untuk pasien Covid-19 karena darahnya mengandung HLA yang terbentuk selama kehamilan. HLA adalah singkatan dari human leukocyte antigen. Ini merupakan antibodi yang berfungsi untuk menentukan reaksi tubuh jika menerima transfusi atau donor organ.

Antibodi HLA dilaporkan menjadi penyebab terjadinya tranfusion related acute lung injury (TRALI) pada tranfusi darah. TRALI adalah kondisi edema paru atau paru yang membengkak disertai hipoksia. TRALI terjadi pada 6 jam pertama setelah dilakukan transfusi darah.

Menurut laporan di American Red Cross pada tahun 2003 hingga 2006 terdapat 75 persen kasus fatal TRALI akibat transfusi plasma disebabkan karena donor adalah wanita dengan HLA positif. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di NCBI menyebutkan bahwa antibodi HLA hanya ditemukan sedikit pada pria. Namun pada wanita, antibodi HLA ini meningkat seiring dengan jumlah kehamilan yang pernah dialaminya.

Antibodi ini bertahan lama di dalam tubuh wanita bahkan hingga 10 tahun. Memang kadarnya akan menurun, namun pengurangannya tidak signifikan dan tidak lebih dari 50 persen. Atas dasar itulah, wanita yang pernah hamil tidak boleh menjadi donor plasma konvalesen karena berisiko menyebabkan TRALI pada pasien Covid-19.

Terapi Plasma sudah Sejak Lama Digunakan

Terapi plasma darah selama ini dinilai cukup aman digunakan untuk pasien Covid-19. Terapi ini juga sudah berjalan cukup lama dan digunakan untuk menangani SARS, MERS, Ebola dan Influenza H5N1.

Efek Terapi Plasma Darah Covid-19

Peneliti dari Eijkman Institute Profesor David H Muljono menyebut terapi donor plasma darah Covid-19 memiliki efek yang sangat baik pada pasien corona bergejala sedang hingga berat. “Pemberian plasmakonvalesen lebih bermanfaat bagi pasien dengan derajat sedang sampai berat, dibanding pasien dengan keadaan kritis,” jelas David.

Alur Donasi Plasma Konvalesen

Untuk mendonorkan plasma kepada pasien Covid-19 harus melewati beberapa prosedur antara lain:

1. Mengisi formulir Donor Darah dan Informasi Consent

2. Seleksi donor melalui Anaamesis

3. Melakukan pemeriksaan fisik

4. Melakukan pemeriksaan Laboratorium

a. Darah lengkap

b. Konfirmasi golongan darah

c. Skinning antibodi

d. Infeksi menular lewat tranfusi darah (HIV/AIDS, Hepatitis B dan C, Sifilis)

5. Pengambilan darah dengan mesin Apheresis

6. Orang yang bisa menerima donor plasma konvalesens : Penderita covid-19 mulai stadium sedang, berat, serta kritis.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *