Kecam Serangan pada Nakes di Papua, Komnas HAM: Melanggar HAM

  • Bagikan
Komnas HAM menilai serangan KKB OPM di Kiwirok Papua, yang menyasar nakes dan fasilitas kesehatan, adalah bentuk pelanggaran HAM. (Foto: ist)


Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai, serangan brutal yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) OPM di Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua, pada 13 September 2021, sebagai tindakan melanggar HAM. Sebab serangan ditujukan pada fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan, serta masyarakat sipil, bertentangan dengan prinsip HAM.

Serangan KKB Papua Melanggar HAM

Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Bernard Ramandey mengatakan serangan yang dilakukan KKB OPM di Papua, sebagai bentuk pelanggaran HAM. “Kekerasan yang dilakukan KKB terhadap tenaga kesehatan tidak akan mendapatkan tempat atau simpati di mata internasional karena apa yang dilakukan bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia,” kata Frits, dikutip dari tempo.co, pada Minggu 19 September 2021.

Frits mengatakan, serangan yang dilakukan KKB di Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua, sama dengan penyerangan seperti di Nduga pada April lalu yang juga menyerang guru. Dia pun mengecam kekerasan yang dilakukan oleh KKB terhadap pekerja kemanusiaan. “Kami mengecam perbuatan sadis itu,” ujarnya.

Ia melanjutkan, dirinya telah berkomunikasi dengan Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB – Organisasi Papua Merdeka (OPM) Sebby Sambom agar tak lagi menyerukan peperangan dan pengusiran terhadap warga non Papua.

Konflik Internal OPM

Frits menyebut, Sebby kerap menyebar seruan peperangan kepada TNI-Polri dan mengusir orang non Papua untuk keluar dari Papua. Sebby mengatakan apabila mereka tak angkat kaki dari Papua maka mereka juga akan menjadi sasaran.

Menurut Frits, seruan itu menjadi instruksi untuk melakukan kekerasan di lapangan. Dia pun meminta agar Sebby meralat seruannya agar tak lagi mengeluarkan seruan yang bisa berakibat membahayakan para pekerja kemanusiaan.

Seruan itu, kata Frits, bertentangan dengan maklumat yang dikeluarkan oleh Panglima OPM Amos Sorondanja yang meminta seluruh Kelompok Kriminal Bersenjata untuk tidak mengacaukan keamanan selama PON XX Papua. “Ada perbedaan komando di dalam tubuh internal mereka sendiri,” ujar Frits.

Perlindungan bagi Nakes

Di samping itu, Frits menyerukan agar pemerintah bisa lebih memperhatikan tenaga kesehatan yang berada di pedalaman Papua dan juga memberikan perlindungan juga trauma healing kepada para korban kekerasan tenaga kesehatan.

Dia juga berkomunikasi dengan sejumlah institusi terkait seperti TNI-Polri dan otoritas lainnya agar permasalahan ini dapat tertangani dengan baik. “Kami menjunjung imparsialitas agar tak ada tudingan Komnas HAM mendukung kelompok tertentu,”.

Serangan OPM Papua

Pada 13 September, KKB melakukan pembakaran dan penyerangan seperti di puskesmas dan sekolah di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang. KKB juga melakukan kekerasan terhadap sejumlah tenaga kesehatan.

Seorang tenaga kesehatan bernama Gabriela Meilani gugur karena mengalami kekerasan oleh KKB. Gabriela ditemukan di jurang dalam keadaan yang memprihatinkan. Sedangkan sejumlah nakes yang lain mengalami luka tusuk dan pukulan. Adapun satu nakes belum ditemukan. (Tmp)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *