Kecuali Dua Sektor, Malaysia “Lockdown Total” hingga 14 Juni 2021

  • Bagikan
Menara kembar Petronas Malaysia, simbol negeri jiran. (Foto: Istimewa)


Malaysia menutup semua sektor dengan menerapkan “total lockdown” secara nasional, 1 Juni 2021. Fase pertama penguncian akan berlangsung hingga 14 Juni.

“Hanya sektor ekonomi dan jasa penting yang terdaftar oleh Dewan Keamanan Nasional yang akan diizinkan beroperasi selama Fase 1 penguncian kata pernyataan tertulis tersebut,” dikutip Channel News Asia, Senin 31 Mei 2021.

Keputusan tersebut diambil usai mempertimbangkan situasi penularan Covid-19 saat ini di Malaysia dengan jumlah kasus harian melebihi 8.000 dan kasus aktif melebihi 70.000, kata PM Malaysia Muhyiddin Yassin.

Mengendalikan Pergerakan Masyarakat

Lebih dari 2.550 orang di Malaysia telah meninggal karena penyakit tersebut. Munculnya varian Covid-19 yang lebih ganas juga memengaruhi keputusan Dewan Keamanan Nasional untuk memberlakukan lockdown.

“Dengan peningkatan tajam dalam jumlah harian kasus Covid-19, kapasitas rumah sakit untuk merawat pasien di seluruh negeri “menjadi lebih terbatas”, kata PM Malaysia Muhyiddin Yassin.

Jika penguncian total Fase 1 berhasil mengurangi kasus Covid-19 harian, pemerintah akan menerapkan penguncian Fase 2 selama empat minggu dengan mengizinkan pembukaan kembali beberapa sektor ekonomi yang tidak melibatkan pertemuan besar.

“Setelah lockdown Fase 2 berakhir, langkah selanjutnya adalah fase ketiga, yaitu menerapkan perintah pengendalian pergerakan yang serupa dengan yang berlaku saat ini, di mana kegiatan sosial tidak diperbolehkan dan hampir semua sektor ekonomi diizinkan beroperasi dengan mengikuti standar yang ketat. prosedur operasi dan kehadiran fisik yang terbatas di tempat kerja,” kata perdana menteri.

Sektor Ekonomi dan Jasa

Hanya sektor ekonomi dan jasa penting yang diizinkan beroperasi. Pengumuman prosedur operasi standar (SOP) dari lockdown tersebut diumumkan oleh Menteri Pertahanan Malaysia, Dato’ Seri Ismail Sabri Yaakob, di Putrajaya, Minggu 30 Mei 2021.

Pemerintah juga membatasi maksimum tiga orang saja, termasuk pasien, yang diizinkan keluar untuk mendapatkan layanan kesehatan, pengobatan, tes Covid-19, layanan keselamatan atau darurat dalam radius tidak melebihi 10 kilometer dari kediaman atau yang paling dekat rumah.

“Jumlah penumpang dalam taksi dan ‘e-hailing’ dibatasi dua orang saja termasuk pengemudi dan penumpang disyaratkan untuk duduk kursi penumpang bahagian belakang,” katanya.

Transportasi umum laut dan darat seperti pengangkutan pekerja, bus, bus ekspres, LRT, MRT, ERL, monorel, feri dan lain-lain pengangkutan umum dibenarkan beroperasi berdasarkan 50 persen kapasitas kendaraan.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *