Kekuasaan Belanda & Raja Miras RI

  • Bagikan
8 September 2021


Sejarah Heineken berawal pada tanggal 15 Pebruari 1864 ketika Gerard Adriaan Heineken membeli Haystack brewery, sebuah pabrik bir di Amsterdam, Negeri Belanda. Ketika membeli pabrik itu, Gerard baru berusia 22 tahun. Pengalamannya dalam membuat bir pun masih sedikit.

Setelah akuisisi, Gerard memutuskan untuk hanya menyeduh bir jenis lager, meskipun orang Belanda jauh lebih baik dalam membuat bir ale, bir porter dan bir jenis brown. Keputusan untuk fokus itu terbukti terbayar. Pabrik bir Heineken kedua dibuka kurang dari satu dekade kemudian di Rotterdam.

Tahun 1875 Heineken sudah menjadi eksportir bir terbesar ke Perancis dan menerima penghargaan Medal D’or dalam sebuah pameran maritime internasional. Tahun 1889 Heineken mendapat apresiasi dengan masuk sebagai hidangan resto di Menara Eiffel, tempat ikonis yang diakui dunia itu.

Tahun 1933 Heineken mulai diekspor ke USA setelah regulasi larangan impor di negeri itu dicabut tahun 1933. Setelah program iklan sukses, ekspor ke negeri paman Sam naik hingga 600% dalam waktu 4 tahun.

Tahun 1936 Heineken masuk ke pasar Hindia Belanda, kini menjadi Republik Indonesia,  dengan mengakuisisi N.V. Nederlandsch-Indische Bierbrouwerijen.  N.V. Nederlandsch-Indische Bierbrouwerijen adalah perusahaan bir pertama di Hindia Belanda yang berdiri tahun 1921 di Medan. Pabrik pertamanya berlokasi di Surabaya mulai beroperasi pada tanggal 21 Nopember 1931. Tahun 1936 tempat kedudukan N.V. Nederlandsch-Indische Bierbrouwerijen secara resmi berpindah ke Surabaya dan namanya berubah menjadi N.V. Heineken Nederlandsch-Indische Bierbrouwerijen Maatschappij saat Heineken menjadi pemegang saham terbesar.

Tahun 1939 Heineken melakukan initial public offering di Dutch Stock Exchange. Ini adalah awal proses korporatisasi yang lebih masif bagi Heineken. Mencari modal murah untuk ekspansi lebih lanjut ke berbagai negara. Modal yang pokoknya tidak perlu dikembalikan sehingga leluasa untuk berekspansi ke manapun.

Setelah Hindia Belanda berubah menjadi Republik Indonesia melalui proklamasi kemerdekaannya, tahun 1951 N.V. Heineken’s Nederlandsch-Indische Bierbrouweerijen Maatschappij kembali berubah nama menjadi Heineken’s Indonesische Bierbrouwerijen Maatschappij N.V.

Tahun 1968 Heineken merger dengan Amstel. Amstel adalah perusahaan bir yang berdiri di negeri Belanda juga pada tahun 1870, lebih senior dari pada Heineken.  Tahun 1968 perusahaan hasil merger ini menguasai pangsa pasar 55%.

Selengkapnya klik https://korporatisasi.com/2021/03/12/sejarah-heineken-kekuasaan-belanda-raja-miras-ri/

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *