Keluyuran Kayak Kelelawar, Fadil Imran Mau Bubarkan Tim Jaguar Cs

  • Bagikan
Ilustrasi aparat kepolisian. (Foto: Istimewa)


Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metropolitan Jakarta Raya Irjen Pol Fadil Imran merespons pernyataan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo terkait ‘ikan busuk mulai dari kepalanya, tak mampu bersihkan ekor, kepalanya saya potong’.

Fadil mengatakan bahwa hal itu harus ditanggapi serius oleh seluruh jajaran Polri. Fadil pun merespon pernyataan Kapolri tersebut dengan nyeleneh dengan akan memblender sekalian oknum-oknum anggota Polri yang bermasalah.

“Saya bilang tadi sama Pak Dirlantas, Pak Kapolri sudah memerintahkan kalau tidak mau memotong ekornya yang busuk kepalanya saya potong. Kalau saya, saya tambahkan, saya blender kepalanya sekalian yang busuk itu,” tegas dia.

Untuk itu, Fadil Imran berencana membubarkan unit-unit patroli keamanan polisi seperti tim Jaguar, Rajawali, Cobra, dan sejenisnya untuk menghindari aparat bertindak sewenang-wenang terhadap warga.

Fadil Imran sebenarnya memahami inisiatif dan niat baik mereka membentuk unit-unit patroli semacam itu. Namun dalam pelaksanaannya belakangan malahan seolah-olah berkembang sendiri-sendiri dan bertindak sewenang-wenang.

Fadil Imran mengakui ada kesalahan mendasar pada satuan Sabhara sehingga hanya kelayapan seperti kelelawar malam. Dia pun berencana membubarkan tim “kelelawar malam” tersebut menjadi polisi yang bertugas malam hari.

“Minggu depan saya mau kumpulkan Tim Sabhara ini biar mereka tidak jadi kelelawar di malam hari. Dia tugasnya hanya jam 10 malam sampai 5 subuh muter-muter mengamankan Ibu Kota. Jadi dia tugasnya hanya jadi polisi di malam hari dan bawa senjata,” kata Fadil kepada wartawan di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Sabtu 30 Oktober 2021.

“Kesalahan tersebut yakni tidak memberikan pendidikan dan membuat standar mendasar operasi. Ini salah kita juga karena tidak latih mereka, tidak mendidik mereka tidak membuat spek mendasar dan spek peralatan,” sambungnya.

Fadil Imran akan memberikan pelatihan khusus dan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) agar tidak ada lagi tim Jaguar, Cobra dkk. “Saya rencananya akan mengumpulkan patroli roda dua, nanti akan berikan pelatihan khusus dan akan disiapkan helmnya, kendaraannya, senjatanya,” tegasnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *