Kembar Siam di India Dapat Hak Pilih Berbeda, Tapi Masih Digaji Setara Satu Orang

[ad_1]

Kasus unik Kembar Siam Singh di India Dapat Hak Pilih Berbeda Saat Pemilu

Saudara kembar siam Sohan dan Mohan Singh resmi bisa ikut pemilu di India sebagai sosok berbeda. Foto oleh  Sameer Sehgal/Hindustan Times via Getty Images

Saat Sohan dan Mohan Singh hadir di tempat pemungutan suara, petugas memberi keduanya kacamata hitam. Tujuannya, agar lelaki bersaudara itu tak bisa melihat pilihan politik satu sama lain. Sekeluar dari TPS, Sohan dan Mohan mendapat tepuk tangn meriah dari panitia pemilu, politikus, pejabat Negara Bagian Punjab India, serta wartawan di lokasi.

Sohan dan Mohan Singh adalah kembar siam yang banyak disorot karena memperjuangkan hak agar diakui oleh pemerintah Punjab sebagai dua individu berbeda. Sohan dan Mohan, keduanya masih 19 tahun, akhirnya berhasil mendapatkan hak untuk memilih sebagai individu berbeda.

Kembar siam adalah kasus langka, ketika fisik serta organ dua saudara yang lahir bersamaan tersambung, sehingga tak bisa lepas setelah lahir. Sohan dan Mohan memiliki jantung, ginjal, sumsum tulang belakang, dan tangan berbeda. Namun kaki, hati, serta kandung kemih mereka tersambung akibat problem embrio saat berada di kandungan.

Sohan dan Mohan mendapat banyak dukungan dari pegiat hak difabel agar diperlakukan selayaknya dua orang berbeda. Meski akhirnya mendapat hak politik, sejauh ini kembar siam tersebut belum berhasil memperoleh keadilan di dunia kerja. Pada 2021, keduanya diterima bekerja sebagai teknisi untuk Punjab State Power Corporation (setara PLN di Negara Bagian Punjab). Masalahnya, Sohan dan Mohan masih mendapat bayaran setara untuk satu karyawan saja.

Setidaknya mulai ada angin perubahan. Pada 20 Februari 2022, Sohan dan Mohan diizinkan ikut pemilu sebagai dua warga negara berbeda. Gaurav Kumar, pejabat KPU Punjab, menganggap keduanya sebagai, “ikon bagi para pemilih lain dari kalangan disabilitas,” ujarnya seperti dilansir kantor berita ANI.

Saudara kembar siam ini lahir di Ibu Kota New Delhi pada 2003. Orang tua Sohan dan Mohan membuang bayi kembar dampit itu di jalanan, ketika mereka masih berusia dua bulan. Lembaga sosial All India Pingalwara berhasil menemukan bayi malang tersebut, lantas merawat keduanya. Sempat ada upaya memisahkan tubuh Sohan dan Mohan, namun dokter akhirnya membatalkan operasi karena risiko keduanya meninggal atau cacat permanen sanat tinggi.

Pemilu di Punjab pada Februari lalu itu sendiri diikuti banyak pemilih. Sebanyak 68 persen pemilih yang terdaftar memberikan hak suaranya. Pemilu di Punjab merupakan isu penting dalam perpolitikan India, karena menyangkut masa depan kebijakan pemerintah terhadap para petani.

[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.