Kemenpora Sosialisasikan Inpres 3 Tahun 2019 di Jatim

Menpora Zainuddin Amali (tengah) saat memberi keterangan terkait Inpres 3 Tahun 2020 di Hotel Vasa, Surabaya. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia menggelar sosialisasi Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional di Jawa Timur. Tempat pelaksanaan berada di Hotel Vasa, Surabaya, 4-5 Juni 2021.

Dalam kegiatan ini, Kemenpora menggandeng beberapa pihak seperti Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim), Asosiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Provinsi Jatim, Askab/Askot PSSI se-Jatim, akademisi, dan bupati/walikota, stakeholder olahraga lainnnya.

“Kami sengaja mengundang bupati dan wali kota agar mengetahui tugasnya. Saya juga berharap asosiasi PSSI di sini agar berkomunikasi dengan gubernur supaya dibantu,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali.

Ia mengatakan, sosialisasi ini sengaja digelar untuk menggairahkan pembinaan persepakbolaan di Indonesia seperti harapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, ketika mengesahkan Inpres 03 pada Januari 2019 lalu. Intinya, dalam pengembangan sepak bola kerja sama antar pemerintah, antar lembaga harus berjalan lebih optimal.

“Pemerintah sangat serius untuk membangun sepak bola kita dan arahan Pak Presiden karena sekarang situasi pandemi kita tetap menjaga supaya prokes tetap bisa dilakukan dengan disiplin tetapi kegiatan olahraga, terutama sepak bola tidak boleh terhenti,” ujar Menpora yang akrab disapa ZA itu.

Pemilihan Jatim sendiri, aku ZA, tak lain karena sepak bola Jatim yang berkembang pesat. Di mana, ada lima tim asal Jatim yang ikut Liga 1 kemudian banyak pula atlet Jatim yang berseragam Timnas Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan akan mendukung Inpres 03 2019 dengan mendukung program pembinaan yang dilakukan oleh PSSI.

“Kami sampaikan terimakasih sosialisasi Inpres 3 diawali di Jatim tentu ini semangat baru bagi klub Liga 1. Saya harap jadi kekuatan industri mengingat sepak bola industri besar. Ada sport industri, ada sport tourism menjadi kekuatan ekonomi bagi daerah. Kami harap suport berikutnya penguatan bagi pemain pelatih di Jatim supaya jadi andalan dan unggulan nasional,” ujarnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.