Kenali Penyakit Myelitis Transversal Diidap Eks Drummer Slipknot

Joey Jordison, mantan drummer band Slipknot. (Foto: Istimewa)

[ad_1]

Kabar duka datang dari dunia musik metal. Joey Jordison, eks drummer band Slipknot meninggal dunia pada usia 46 tahun. Pemilik nama asli Nathan Jonas Jordison ini dikabarkan menderita penyakit myelitis transversal.

Selain sebagai penggebuk drum, Joey Jordison juga memiliki peran dalam penulisan lagu-lagu Slipknot. Setelah kurang lebih 18 tahun bersama, Joey Jordison memutuskan hengkang dari Slipknot pada Desember 2013 lalu. Sebelum mundur dari Slipknot, Joey Jordison membentuk band Scar the Martyr pada 2013. Ia juga sempat menggawangi grup Sinsaenum.

Kepergian Joey Jordison meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan penggemar. Pihak keluarga menyebut Joey Jordison meninggal dengan tenang dalam tidurnya.

“Dengan sedih, kami memberitahukan Joey Jordison, drummer, musisi dan artis yang produktif meninggal dengan damai dalam tidurnya,” ujar pihak keluarga.

Myelitis Transversal

Masalah peradangan sumsum tulang atau yang biasa dikenal dengan istilah medis dengan myelitis transversal merupakan sebuah masalaha peradangan yang terjadi pada saraf tulang belakang yang meruoakan bagian dari sistem saraf pusat dalam tubuh manusia. Keadaan tersebut dapat menyebabkan terganggunya sinyal yang diberikan oleh saraf tulang belakang ke seluruh bagian tubuh.

Myelitis transversal ialah penyakit inflamasi langka yang bisa menyebabkan cedera pada sumsum tulang belakang dengan berbagai tingkat kelemahan, perubahan sensorik, juga disfungsi otonom yang merupakan bagian dari sistem saraf yang mengontrol aktivitas involunter, seperti organ jantung, pernapasan, sistem pencernaan, dan refleks.

Myelitis transversal bisa menyerang siapa saja, tetapi dalam kebanyakan kasus yang menyerang orang pada umur 10-19 dan 30 hingga 39 tahun. Penyakit tersebut juga bisa menyerang seseorang hanya satu kali atau bahakan berkal-kali, belum ada pengobatan untuk menyembuhkannya, dan pengobatannya hanya membantu untuk meminimalkan kelainan permanen atau mencegah kerusakan yang terjadi agar tidak lebih parah.

Myelitis transversal dibedakan menjadi dua jenis, yakni:

1. Akut

Penyakit myelitis transversal akut terjadi ketika gejala-gejala berkembang dalam jangka waktu dalam beberapa jam atau beberapa hari.

2. Sub Akut

Myelitis transversal yang terjadi ketika gejala-gejala berkembang dalam jangka waktu satu hingga empat minggu.

Penyebab Myelitis Transversal

Seseorang yang mengidap myelitis transversal disebakan oleh hal yang bervariasi, meskipun belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, bisa jadi penyebabnya beberapa faktor ini:

1. Virus dan infeksi lain dari sistem pernapasan atau sistem pencernaan

Gangguan peradangan bisa timbul setelah penyembuhan dari infeksi, virus yang bisa langsung menginfeksi saraftulang belakang, seperti virus herpes, termasuk di dalamnya virus herpes zoster, enterovirus, dan flavivirus. Virus-virus lainnya juga bisa memicu rekasi autoimun secara tidak langsung akan menginfeksi saraf tulang belakang, contohnya seperti parasit toxoplasmosis, cysticercosis. shistosomiasis, yang juga bisa menginfeksi saraf tulang belakang, meskipun hal tersebut jarang ditemukan.

2. Multiple Sclerosis

Merupakan kelainan yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh merusak myelin (jaringan pelindung serabut saraf) yang ada pada saraf tulang belakang dan otak. Biasanya myelitis transversal bisa menjadi tanda pertama dari multiple sclerosis atau yang menandakan kekambuhan, tetapi biasanya hanya terjadi pada satu sisi tubuh.

3. Neuromyelitis Optica

Sebuah penyakit yang diakibatkan oleh peradangan dan kehilangan myelin pada saraf-saraf tulang belakang, maupun mata yang mengirim informasi kepada otak, dan tempatnya aquaporin-4 autoantibody yang berhubungan dengan neuromyelitis optica, yang biasanya kaan mengenai kedua sisi tubuh dengan disertai gejala kerusakan myelin pada saraf optic.

4. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

Memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh juga bisa menjadi penyebab dari penyakit myelitis transversa, diantaranya lupus yang juga bisa menyerang berbagai bagian tubuh, yang ditandai dengan rasa kering pada mulut dan area mata.

5. Gangguan Vaskular

Myelitis transversal juga bisa mneyerang segala kelompok usia (mulai dari anak-anak hingga lanjut usia), pria atau wanita semua mungkin untuk terkena penyakit tersebut, dan pada segala suku atau ras. Tetapi penyakit myelitis transversal bukan penyakit genetik atau keturunan yang akan menurun pada generasi selanjutnya dalam hubungan sebuah keluarga.

Gejala Pengidap Myelitis Transversal

1. Rasa nyeri pada bagian bawah punggung secara tiba-tiba dan rasa skait yang tajam, berat, serta mendadak yang menyebar ke kaki, lengan, maupun diarea sekitar perut dan dada, gejala tersebut jga bergantung dari bagian saraf tulang belakang yang terkena.

2. Merasa kaki atau tangan menjadi lemah yang bisa memburuk secara cepat, dan bila dibiarkan akan menjadi kelumpuhan pada kaki atau bisa kelumpuhan total.

3. Timbulnya sensasi seperti terbakar, menggelitik, tertusuk, atau mati rasa, dingin di area kaki atau bagian tubuh lainnya. Atau pada beberapa orang akan mengalami sensitivitas berlebih terhadap cahaya, sentuhan, dan perubahan suhu panas atau dingin yang ekstrem, biasanya hal itu timbul di daerah badan dan genitalia.

4. Gangguan fungsi pada usus, dan kandung kemih seperti meningkatnya frekuensi atau desakan untuk buang air kecil atau besar, inkontinensia, kesulitan untuk buang air, dan konstipasi.

5. Kejang pada area otot.

6. Kehilangan nafsu makan dan merasa lelah.

7. Mengalami gangguan sistem pernapasan.

8. Mengalami disfungsi seksual.

9. Depresi dan kecemasan akibat stres dan rasa nyeri dalam jangka waktu yang lama.

Pengobatan Myelitis Transversal

Pengobatan myelitis transversal bertujuan untuk membatntu mengatasi infeksi yang menjadi penyebab kelainan, membantu mengurangi peradangan sumsum tulang belakang dan mengurangi gejala. Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan ialah:

1. Obat suntik kortikosteroid

2. Terapi pergantian plasma pada yang tidak memberikan respon terhadap kortikosteroid

3. Obat anti nyeri

4. Obat anti virus

5. Pengobatan untuk komplikasi lainnya, seperti keluhan buang air kecil atau buang air besar

6. Terapi rehabilitasi fisik, okupasi, wicara, dan psikologi.

Pencegahan Terhadap Myelitis Transversal

Myelitis transversal bisa dicegah dengan cara menghindari faktor dari penyebabnya. Namun, memang ada beberapa penyebab yang sulit untuk dihindari. Untuk menghindari episode berulang dari penyakit tersebut bisa dilakukan dengan cara mengkonsumsi obat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

Meski masuk dalam kategori penyakit langka namun bukan tak mungkin jika siapa saja dapat mengidap myelitis transversal, untuk itu segala jenis penyakit atau sakit yang dimulai dengan gejala tidak biasa, segera periksakan ke ahli medis, karena bisa saja gejala tersebut merupakan awal dari suatu penyakit yang berbahaya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.