Kenali Perbedaan Covid-19 Varian Kappa, Lambda, dan Delta

  • Bagikan
Infografis varian Covid-19 yang menyebabkan lonjakan pasien terpapar virus corona. (Grafis: Fa Vidhi/Ngopibareng.id)


Varian virus corona atau Covid-19 bermutasi dari beberapa negara, membentuk varian-varian baru selain dari varian Alpha, Beta, dan Gamma. Masing-masing varian virus corona menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada pasiennya. Karena itu, ada baiknya untuk mengetahui varian virus apa saja yang menyebar saat ini, agar kita bisa lebih waspada.

Varian tersebut diantaranya adalah varian kappa, lambda, dan delta. Nama-nama ini digunakan untuk menghindari diskriminasi terhadap negara tempat virus ini bermutasi. Berikut ini informasi selengkapnya tentang ketiga varian virus tersebut.

Varian Kappa

Penularan varian Kappa, B.1617.1, yang merupakan turunan dari varian virus yang ditemukan di India pada Oktober 2020 lalu (B.1617) tergolong cepat. Mereka yang mengidap komorbid juga perlu lebih waspada, karena gejala yang dirasakan saat terpapar Covid-19 varian ini bisa lebih serius. Oleh karena varian ini memiliki mutasi yang memengaruhi sifat penularan, kepekaan alat tes, dan kemampuan virus untuk menghindari imun, maka varian ini masuk dalam variant of interest (VoI).

Varian Lambda

Pertama ditemukan di Peru pada bulan Agustus 2020 lalu, varian lambda atau C.37 tidak memiliki karakteristik yang melebihi keagresifan varian lain. Walaupun virus ini belum ditemukan penyebarannya di Indonesia, penyebaran varian Lambda sudah terjadi di 29 negara, seperti Inggris, Argentina, Brasil, Ekuador, dan lain-lain. Varian Lambda ini juga termasuk variant of interest (VoI) berdasarkan WHO.

Varian Delta

Varian Delta ditetapkan WHO sebagai variant of concern pada Mei lalu karena menyebabkan tsunami Covid-19 di India. Mutasi Covid-19 yang juga dikenal sebagai B.1.617.2 ini memang pertama kali terdeteksi di India pada Oktober 2020.

Per 1 Juni 2021, varian Delta telah menyebar ke 62 negara, dua pekan kemudian ditemukan di 80 negara, dan pada 4 Juli telah menyebar di 104 negara. Menurut laporan Hackensack Meridian Health pada 14 Juli, sebanyak 50 negara bagian di Amerika Serikat juga telah dimasuki varian ini.

Varian Delta turut menyumbang kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia. Dibutuhkan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi untuk menghindari terpapar virus varian ini. Sudah terdapat 382 kasus Covid-19 dengan varian Delta yang tersebar di Indonesia, dan DKI Jakarta menjadi provinsi terbanyak dengan 173 kasus.

Gejala varian Delta relatif mirip dengan Covid-19 biasanya, termasuk batuk-batuk, sakit kepala, dan sakit tenggorokan.

Infografis varian Covid-19 yang menyebabkan lonjakan pasien terpapar virus corona. (Grafis: Fa Vidhi/Ngopibareng.id)
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *