Ketombe Membandel? Ini Solusinya

  • Bagikan
Ilustrasi masalah ketombe. (Foto: Istimewa)


Ketombe merupakan salah satu masalah kulit kepala yang mengganggu. Ketombe umumnya disertai dengan rasa gatal di bagian kulit kepala, bahkan bisa menyebabkan luka bila digaruk. Pada kasus yang parah, permasalahan ketombe juga akan memicu kerontokan rambut.

Ketombe biasa disebabkan oleh peningkatan produksi minyak berlebih dan membuatnya menempel di kulit kepala dan menjadi gatal. Hal tersebut bisa diatasi sebelum menjadi semakin parah. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan produk penata rambut seperti gel dan hairspray. Untuk lebih tahu bagaimana cara mengatasi permasalahan ketombe, mari simak ulasan berikut ini.

Ketombe Ganggu Kepercayaan Diri

Tak hanya jamur, ada beberapa faktor lain yang memicu timbulnya masalah ketombe membandel, di antaranya tidak rutin membersihkan rambut atau jarang keramas. Terlalu banyak produksi minyak kulit (sebum) di kelenjar minyak dan folikel rambut. Dermatitis kontak akibat produk perawatan rambut yang tidak cocok.

Kondisi masalah ketombe dapat dialami oleh siapa saja dan berbagai kalangan mulai dari usia, jenis kelamin, juga ras. Meski begitu, namun ketombe lebih sering terjadi pada pria, sedangkan pada anak-anak dan bayi disebut cradle crap yang biasa muncul pada bayi baru lahir hingga berusia dua bulan atau lebih.

Penyebab Munculnya Ketombe

1. Dermatitis seboroik

Penyakit tersebut ditandai dengan kulit yang memerah dan berminyak, dilapisi oleh serpihan kulit kepala berwarna putih kekuningan, dermatitis seboroik juga bisa menyerang bagian tubuh lain selain kulit kepala, seperti daerah alis, hidung, belakang telinga, dada, selangkangan, dan daerah-daerah lain yang memiliki banyak kelenjar minyak.

2. Kurang rajin mencuci rambut

Ketika kulit kepala jarang dibersihkan dengan sampo, minyak, dan sel kulit mati akan menumpuk di kulit kepala dan mengakibatkan ketombe.

3. Malassezia sp

Merupakan salah satu jamur yang hidup di kulit kepala sebagai normal flora, yang menyebabkan pertumbuhan jamur tersebut meningkat melebihi jumlah normal, seperti pada kondisi udara yang panas dan lembap. Malassezia juga dapat menyebabkan penumpukan asam lemak tidak tersaturasi hingga terjadi peradangan yang berujung pada deskuamasi kulit kepala dan menghasilkan ketombe.

Ilustrasi ketombe di kulit kepala. (Grafis: Istimewa)

4. Kulit kering

Serpihan kulit kepala yang disebabkan oleh kulit kering tapi berbeda dengan yang disebabkan oleh kulit berminyak, pada kulit kering, serpihan tersebut cenderung lebih kecil dan tidak begitu berminyak akibatnya kulit kepala menjadi merah, sedangkan gejala radang lebih jarang dijumpai.

5. Dermatitis kontak

Merupakan hipersensitivitas terhadap suatu komposisi dari produk perawatan rambut yang dapat menyebabkan kulit kepala meradang, dan salah satu gejalanya adalah ketombe

6. Kerentanan individu

Salah satu faktor dalam perkembangan ketombe merupakan kerentanan individu, meski belum diketahui pasti bagaimana kerentanan individu dapat mempengaruhi ketombe. Namun hal tersebut disebabkan karena perbedaan dari fungsi barrier stratum korneum, perbedaan respon imun dari protein, dan polisakarida yang berasal dari Malassezia sp.,dari setiap individu.

7. Laki-laki

Merupakan salah satu faktor risiko terjadinya ketombe, beberapa studi mengaitkan laki-laki dengan angka kejadian ketombe yang lebih tinggi, yang disebabkan faktor hormonal.

8. Penyakit lainnya

Alasan tersebut belum bisa dijelaskan, tetapi ditemukan pemicu ketombe yang disebabkan oleh antara penyakit saraf seperti Parkinson dengan insiden ketombe yang lebih tinggi.

Gejala Ketombe

1. Serpihan kulit mati berwarna putih atau kuning pucat,

2. Rasa gatal di area yang terdampak,

3. Kulit tampak bersisik,

4. Ada ruam pada daerah yang gatal, serta

5. Kulit terasa berminyak.

Gejala tersebut bisa menjadi semakin buruk bila penderita berada di tempat yang bercuaca dingin terlalu lama atau mengalami stres yang berat.

Kandungan Pada Sampo Anti Ketombe

Untuk mengurangi dan menghilangkan ketombe tentu harus menggunakan shampo yang memiliki kandungan khusus, seperti.

1. Zink Pyrithione

Salah satu kandungan agen antibakterial dan antifungal, yang dapat mengurangi jamur di kulit kepala penyebab dermatitis seboroik dan ketombe.

2. Tar

Kandungan tar dapat membantu beberapa kondisi ketombe seperti dermatitis seboroik dan psoriasis, juga membantu memperlambat produksi sel kulit mati sehingga pengelupasannya juga diperlambat

3. Selenium sulfit

Salah satu jenis kandungan yang membantu memperlambat matinya sel kulit kepala dan juga mengurangi malassezia, seperti sampo dengan kandungan asam salisilat, yang juga dapat menyebabkan diskolorasi di rambut berwarna terang.

4. Antifungal

Merupakan pilihan terakhir jika sampo lainnya tidak dapat menghilangkan ketombe.

Cara Mengurangi Ketombe

1. Rajin menggunakan masker rambut

Perawatan dengan masker rambut dapat menjadi salah satu cara alami mengatasi ketombe dan kerontokan.

2. Banyak minum air dan makan sayur

Makan makanan bergizi dan air dapat membantu kesehatan kulit, rambut, dan kuku, minimal konsumsi 2 liter air per hari untuk memastikan kulit kepala dan rambut tetap sehat.

3. Gaya hidup sehat

Kebiasaan hidup sehari-hari dapat berpengaruh pada timbulnya ketombe di kepala dan rambut rontok, jadi tidur cukup, minimal delapan jam sehari, juga akan membantu ketombe dan rambut rontok menjadi lebih mudah untuk diatasi.

4. Menggunakan sampo Antiketombe

Kandungan yang terdapat pada sampo antiketombe biasanya sudah diformulasikan sedemikan rupa untuk mengatasi permaslahan ketombe sekaligus menutrisi kulit kepala dan rambut.

5. Rajin menyisir rambut

Salah satu cara alami untuk menghilangkan ketombe adalah rajin menyisir rambut, guna membersihkan kulit kepala dari sel-sel kulit mati yang dapat menyebabkan ketombe.

Bahan dan Kandungan Alami Untuk Menghilangkan Ketombe

1. Tea Tree Oil

Manfaat menggunakan tea tree oil berasal dari kandungan antimikroba dan anti peradangan sehingga dapat dijadikan sebagai cara alami menghilangkan ketombe.

2. Minyak kelapa

Minyak kelapa untuk rambut dapat mengobati kondisi eksim, yakni masalah kulit yang memicu munculnya ketombe, karena minyak kelapa bersifat antimikroba yang mampu mengusir jamu penyebab infeksi.

3. Lidah Buaya

Kandungan antibakteri dan antijamur yang terdapat dalam lidah buaya dapat membantu melawan ketombe serta mencegah jamur.

4. Cuka Apel

Sifat asam pada cuka apel disebut mampu membantu merangsang pelepasan sel-sel kulit mati pada kulit kepala, dan bermanfaat untuk rambut menyeimbangkan pH kulit guna mengurangi pertumbuhan jamur yang jadi penyebab ketombe.

5. Soda Kue

Soda kue atau baking soda merupakan zat eksfolian yang mampu mengangkat minyak dan sel-sel kulit mati pada kulit kepala, juga terdapat zat antijamur yang dapat melawan jamur penyebab ketombe.

6. Minyak Sereh

Kandungan zat antimikroba dan antiradang dalam minyak sereh dapat membantu mengurangi kemunculan ketombe.

7. Kandungan Asam Lemak Omega-3

Kandungan asam lemak omega-3 dapat mengurangi peradangan sehingga meredakan gejala iritasi dan ketombe.

8. Kandungan Probiotik

Konsumsi probiotik selama 56 hari secara signifikan mampu mengurangi keparahan ketombe.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *