Khofifah Klaim Keterisian Bed di Jatim Lenggang

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa meninjau ruang perawatan pasien Covid-19 menggunakan kontainer di RSUD Dr Soetomo. (Foto: Istimewa)

[ad_1]

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengklaim keterisian atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit (RS) Covid-19 di wilayah yang dipimpinya sudah mulai menurun.

“Per hari ini BOR isolasi 75 persen, BOR ICU 85 persen, BOR RS Darurat Lapangan 52 persen. Kalau kami melihat, sesungguhnya ruang isolasi di RS ada pelandaian,” kata Khofifah, Rabu, 28 Rabu 2021.

Khofifah pun mencontohkan, kelandaian keterisian RS tersebut dapat dilihat di RSUD dr Soetomo Surabaya. Dia mendapatkan laporan bahwa salah satu RS rujukan tersebut tampak lengang.

Padahal, beberapa waktu lalu RSUD dr Soetomo Surabaya sempat mengalami over capacity. Bahkan, para pasien terpaksa mengantre di IGD karena kurangnya jumlah bed yang tersedia.

“Dulu di RSUD dr Soetomo, tiga pekan lalu ada yang sampai di selasar (IGD). Hari ini atau mulai tadi malam sampai tadi pagi, saya minta update foto pak dokter Joni, saya melihat sudah lengang di IGD,” jelasnya. 

Meski begitu, Khofifah tetap meminta masyarakat tidak menganggap bahwa Covid-19 sudah selesai. Ia berharap agar semua pihak tetap mendisiplinkan protokol kesehatan.

“Tetapi ini semua bilang jangan menganggap Covid-19 ini sudah mau selesai, tetaplah waspada, tetap mitigasi seksama,” ucapnya.

Selain itu, Khofifah juga mengingatkan agar para pasien isoman di rumah supaya dipindahkan ke isolasi terpusat. Supaya ketika keadaan tiba-tiba memburuk dapat langsung tertangani. 

“Yang isolasi di rumah ini harusnya isolasi terpusat supaya termonitor kondisinya. Karena ada yang mungkin butuh obat, ada yang butuh oksigen. Kalau di rumah tidak bisa semua terfasilitasi,” tutupnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.