KMP Yunicee Tenggelam, Kemenhub: Penumpang ada 57 Orang

  • Bagikan
Seorang warga melihat daftar penumpang selamat di posko Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi (foto:Muh Hujaini/Ngopibareng.id)


Direktorat Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan menyatakan, jumlah penumpang KMP Yunicee yang tenggelam di Selat Bali membawa 41 orang penumpang dan 13 anak buah kapal (ABK) dan 3 orang pegawai kantin. Jumlah ini berdasarkan manifest yang tercatat. Diketahui, kapal KMP Yunicee tenggelam menjelang bersandar di Pelabuhan Gilmanuk, Bali, Selasa 29 Juni 2021.

“Sehingga yang di kapal jumlahnya adalah 57 (orang),” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Rabu, 30 Juni 2021 petang.

Budi menambahkan, berdasarkan laporan yang masuk ke posko di Pelabuhan Gilimanuk, ada 16 orang hilang yang diindikasikan naik kapal Yunicee yang mengalami musibah. Jumlah ini didasarkan pada laporan yang disampaikan pihak keluarga.

Namun, dari 16 nama, hanya lima orang yang masuk dalam daftar manifes penumpang KMP Yunicee. Sebanyak 11 yang lain, tak ada dalam daftar penumpang kapal yang tenggelam. “Jadi indikasi ada di atas kapal itu ada 16 orang dan 5 orang yang dilaporkan ke posko itu ada dalam manifest,” jelasnya.

Budi berharap, 11 orang itu bukan penumpang KMP Yunicee yang tenggelam. “Yang 11 orang tidak ada di manifest artinya 11 orang ini mungkin, mudah-mudahan bukan termasuk penumpang,” ujarnya.

Dari 57 orang yang berada di kapal ini,  saat ini sudah berhasil ditemukan sebanyak 46 orang. Dengan rincian, 36 orang berhasil diselamatkan kapal penyeberangan yang berada di sekitar lokasi kejadian dan langsung di bawa ke Ketapang pada malam kejadian.

Sedangkan di Gilimanuk berhasil ditemukan 10 orang. “7 orang meninggal, 3 selamat,” jelasnya.

Pada saat kejadian, KMP Yunicee juga mengangkut 2 unit sepeda motor, 5 unit kendaraan kecil, satu pickup  dan 18 unit truk sedang.

Diberitakan sebelumnya, kapal KMP Yunicee tenggelam ketika hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada Selasa, 29 Juni 2021. Diduga, kapal karam akibat gelombang dan cuaca buruk. Meski kesaksian penumpang menyebut jika air sudah masuk ke dalam kapal, sejak KMP Yunicee mulai berangkat dari Pelabuhan Ketapan, Banyuwangi.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *