Komisi V DPR RI Tenggelamnya Kapal Yunicee Harus Jadi Perhatian

Anggota Komisi V DPR RI Sumail Abdullah. (Foto: Istimewa)

[ad_1]

Komisi V DPR RI menyebut tenggelamnya kapal penyeberangan KMP Yunicee di perairan Selat Bali sebagai duka bagi transportasi Indonesia. Ke depan perlu perhatian serius bagi persoalan keselamatan transportasi terutama laut sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

Anggota Komisi V DPR RI, Sumail Abdullah menyatakan dalam musibah ini, yang paling penting saat ini adalah proses evakuasi harus dilakukan secara maksimal. Sehingga, korban dapat diminimalisir.

“Proses evakuasi harus secara intensif dilakukan agar korban tidak terus bertambah. Kalau perlu kolaborasi semua pihak karena dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat dalam evakuasi maksimal dalam menyelamatkan korban, safety first,” ujar anggota DPR RI asal Banyuwangi ini, Rabu, 30 Juni 2021.

Penyelamatan korban, lanjutnya, menjadi prioritas. Akan tetapi keselamatan penumpang transportasi laut perlu dilakukan evaluasi mulai dari kelayakan beroperasi sampai pada kelengkapan keselamatan. Ini penting dan perlu menjadi perhatian baik oleh penyedia transportasi maupun stakeholder agar mentaati aturan main.

“Ke depan perlu evaluasi penyelenggaraan transportasi laut baik dari segi kelayakan jalan maupun kelengkapan fasilitas penyelamatan apabila terjadi kecelakaan Kapal Motor Penumpang jangan sampai memaksakan beroperasi dengan mengorbankan keselamatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, anggota DPR RI dari Dapil Jatim III ini mengatakan, keselamatan penumpang adalah yang utama. Menurutnya, hal ini tidak ada kompromi lagi karena sebagian besar Kapal Motor Penumpang (KMP) rata-rata merupakan kapal bekas dan usianya tua. Sehingga perlu pengawasan yang sangat ketat.

“Ini perlu menjadi perhatian kita semua. Perlu peninjauan ulang terutama keselamatan transportasi laut,” tegasnya.

Untuk diketahui, KMP Yunicee tenggelam di selat Bali tak jauh dari Pelabuhan Gilimanuk. Informasiu dari pihak berwenang, Kapal ini membawa 41 penumpang dan 12 orang ABK. Sampai tadi malam, sudah ditemukan 33 orang dalam keadaan selamat dan 6 orang meninggal dunia. Korban selamat dibawa ke Banyuwangi dengan menumpang Kapal penyeberangan. Sedangkan korban meninggal masih disemayamkan di Gilimanuk.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.