Komunitas Pandur Blitar Peringati Kemerdekaan di Situs Jaka Tarub

  • Bagikan
Komunitas Pandur di Blitar memperingati hari kemerdekaan dengan upacara di situs Jaka Tarub. (Foto: Choirul Anam/Ngopibareng.id)


Upacara Detik-detik Proklamasi ke-76 Kemerdekaaan Republik Indonesia diikuti oleh para penggiat lingkungan Blitar. Bertempat di hutan lingkungan area Situs Jaka Tarub, dua kilometer dari pemukiman mereka, di Desa Pandanarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.

Kegiatan dimulai pukul 09.15 WIB sampai pukul 10.00 WIB dan peserta berbaris di Area lahan Perhutani dekat Situs Jaka Tarub. Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Pandanarum Nandur (Pandur) menurut Ragil Agus Budi Santoso diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk para pelajar, para aktivis lingkungan, perangkat desa, dan dinas lingkungan hidup, serta beberapa staf dari Perhutani.

Inspektur upacara oleh adalah Priyo, purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNII). Kegiatan upacara diawali dengan pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih, kemudian dibacakan teks Pancasila oleh inspektur upacara Priyo

Di dalam upacara juga dibacakan teks Undang-undang dasar Republik Indonesia. Dibacakan puisi tentang lingkungan oleh anak yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) bernama Ambar.

Puisi itu berkisah tentang kerusakan alam, dan permohonan doa terhadap alam yang sudah dirusak oleh manusia sendiri. Puisinya juga mengajak masyarakat untuk menanam agar sumber mata air kembali mengalir. Agar alam bisa memberi manfaaat kepada umat manusia. Agar alam tidak murka kepada para penghuni bumi.

Selain pembacaan puisi, juga dinyanyikan beberapa lagu penyanyi legendaris Gombloh, Salah satunya lagu Lestari Alamku. Priyo sebagai Inspektur Upacara hari kemerdekaan “Upacara ini merupakan penghormatan terhadap para pahlawan pejuang kemerdekaan yang telah mendahului kami,” kata Priyo.

Priyo juga berharap makna kemerdekaan kali ini, menjadikan alat perjuangan untuk melestarikan alam, agar alam bermanfaat bagi kehidupan. Senada dengan Priyo, Ragil Agus Budi Santoso mengatakan kegiatan upacara di area Situs Jaka Tarub untuk mengingat dampak kerusakan lingkungan bisa menimbulkan bencana bagi umat manusia. “Melalui peringatan Detik-detik Proklamasi hari kemerdekaan RI, menjadi tonggak alat perjuangan untuk.mengembalikan hutan sebagaimana fungsinya,” kata Agus.

Agus juga menjelaskan adanya banjir tiap tahun terjadi di Pandanarum. Adanya sumber mata air disekitar area Jaka Tarub memberikan semangat komunitas Pandur untuk berjuang terbebas dari banjir dan bebas memperoleh air dari sumber mata air untuk kehidupan

Agus berharap melalui Upacara Detik detik Proklamasi, dirinya bersama komponen masyarakat istiqomah dalam menanam tegakan di lereng-lereng Desa Pandanarum.

Sakik guru Madrasah Ibtidaiyah Al Huda Pandanarum, mengaku ingin anak didiknya mengenal tentang kerusakan hutan, dan bagaimana mengembalikan hutan sebagaimana fungsinya untuk kelestarian alam

Setelah dinyanyikan lagu lagu perjuangan upacara Detik-detik Proklamasi hari kemerdekaan RI ke 76 tahun 2021 ditutup dengan doa. Mereka bangga telah ikut menjadi bagian peristiwa Upacara Hari Kemerdekaan RI ke 76 di area Situs Jaka Tarub desa Pandanarum.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *