Lari Pagi Tentara, Kesalahan Prosedur, Satpam pun Bertindak

  • Bagikan
Tentara lari pagi. (Ilustrasi humor)


Di kelompok masyarakat mempunyai tingkat kelucuan tersendiri. Mulai rakyat jelata, hingga penggede tentara. Mulai kepala desa hingga kepala negara. Dan seterusnya.

Kali ini, humor kita di masa Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) — masih diperpanjang lagi 30 Agustus 2021 — menyoroti kelucuan di dunia tentara. Karena humor, tak ada tujuan melecehkan, kecuali hanya mengajak ketawa, atau setidaknya kita tersenyum bersama. Agar bahagia.

Pengumuman Lari Pagi Tentara

Sersan membuat sebuah pengumuman pagi untuk sekelompok Tamtama pendatang baru di kamp pelatihan. “Hari ini, saya memiliki beberapa kabar baik dan kabar buruk. Pertama, yang baik. Kopral Amrin akan menjadi pematok kecepatan pada lari pagi kita.”

Satu peleton itu sangat gembira, karena Kopral Amrin memiliki kelebihan berat badan dan sangat lambat. Tapi kemudian sersan melanjutkan pernyataannya:

“Sekarang untuk berita buruk: Pada lari pagi kita kali ini Kopral Amrin akan mengemudi truk.”

Kesalahan Prosedur Penyelamatan Tentara yang Disandera

Tujuh orang prajurit gugur dibantai tentara separatis dan beberapa orang prajurit disandera. Maka segera dilakukan operasi untuk mencari prajurit yang masih disandera. Karena prajurit yang disandera tidak ditemukan, maka komandan lapangan emosi dan akhirnya menghajar para pemuda yang diduga anggota separatis hingga empat orang tewas dan puluhan orang babak belur. Komandan lapangan akhirnya ditahan karena dituduh salah prosedur.

Panglima tentara menjenguk dan bertanya pada komandan lapangan.

Panglima : “Kenapa kamu menyalahi prosedur?”

Mayor Amrin: “Karena semuanya tutup mulut, Jendral.”

Panglima : “Biarpun mereka tutup mulut,sebaiknya kita sabar saja. Sekarang TNI lagi disorot, jadi harus hati-hati.”

Mayor Amrin: “Bagaimana nggak emosi, Tujuh anak buah saya tewas, dan lima prajurit lagi sedang disandera dan disiksa. Apakah Jendral akan tinggal diam jika menjadi saya?”

Panglima : “Ya!!!”

Mayor Amrin: “Gila! Jendral sudah gila!!!”

Panglima : “Saya tidak gila Mayor, Saya pakai akal yang logis. Pertama, tentara sedang disorot, kedua, warga sekitar masih trauma akibat operasi ini. Ketiga… “

Mayor Amrin: “Yang ketiga apa Jenderal?”

Panglima: “Pajurit kita masih buaanyak!!”

Mayor Amrin: “????!!!!!”

Perseteruan Perwira TNI dan Polri

Kejadian di sebuah mall di Jakarta berikut ini benar-benar memukau. Polisi berpangkat AKP berkelahi dengan Mayor CPM. Keduanya berpakaian dinas lengkap. Terlibat adu mulut, kemudian memanas sehingga masing-masing sampai mencabut senjata.

Beruntung, sebelum terjadi tembak menembak, Satpam mal yang terlihat sudah tua, keluar dan dengan berani mengambil tindakan untuk menyelamatkan pengunjung mall yang bisa terkena peluru nyasar. Sang Satpam tua mencoba melerai oknum TNI dan Polri tersebut, tetapi mereka tetap panas. Sehingga akhirnya Satpam itu tidak bisa menahan emosi dan menampar kedua oknum TNI dan Polri itu.

Beruntung akibat tindakan berani Satpam ini, kedua oknum tersebut akhirnya menyimpan kembali senjata mereka dan tidak melanjutkan keributan itu. Seorang jurnalis yang berada di tempat kejadian langsung mewawancara Satpam tua itu, terutama karena keberaniannya menampar anggota TNI dan Polri yang berpangkat perwira itu.

Dengan wajah dan jawaban yang datar si Satpam menjawab: “Abis, dari kecil kalo nggak digamparin mereka nggak berhenti berantem!! Mereka berdua emang anak saya!!”



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *