Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkot Batu Usulkan RS Lapangan

  • Bagikan
Walikota Batu, Dewanti Rumpoko saat ditemui di Balaikota Among Tani (Foto: Lalu Theo/ngopibareng.id)


Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Kota Batu membuat sejumlah bed Intensive Care Unit (ICU) di daerah tersebut penuh. Jumlah bed ICU di Kota Batu sendiri total sebanyak 12 tempat tidur yang tersebar di tiga Rumah Sakit (RS) rujukan yaitu RS Karsa Husada, Baptis dan Hasta Brata.

“Kalau di Kota Batu Bed Occupancy Rate (BOR) tinggi. Karena RS-nya itu kecil, tempat tidurnya sedikit. Jadi sekarang ini terutama bed ICU itu 100 persen,” ujar Walikota Batu, Dewanti Rumpoko pada Kamis 12 Agustus 2021.

Apalagi kata Dewanti, Pemkot Batu tidak memiliki RS rujukan Covid-19 tersendiri. Dari ketiga RS tersebut seperti RS Karsa Husada merupakan milik Pemprov Jatim, RS Baptis milik swasta dan RS Hasta Brata milik militer.

“Karena Kota Batu ini tidak memiliki RS sendiri. Saya sudah lapor ke Gubernur Jatim, Inshaallah RS Karsa Husada ada penambahan bed,” katanya.

Selain itu ujar Dewanti pihaknya juga sudah mengajukan pembangunan RS Lapangan kepada Pemprov Jatim untuk bisa melakukan relaksasi di sejumlah RS di Kota Batu.

“RS Lapangan ini masih on progress. Gubernur tadi minta langsung tim untuk terjun ke Kota Batu,” ujarnya.

Nantinya RS Lapangan tersebut kata Dewanti akan difungsikan untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala ringan sampai sedang. Namun, untuk pembangunannya terlebih dahulu akan disurvei oleh tim dari provinsi mulai dari tempat hingga fasilitas.

“Kami sudah berkomunikasi dengan provinsi terkait RS Lapangan, karena harus ada kajian terlebih dahulu,” katanya.

Adapun yang menyebabkan bed ICU Covid-19 selalu penuh kata Dewanti, karena pasien yang konfirmasi positif saat di rujuk ke rumah sakit sudah dalam kondisi parah sehingga membutuhkan perawatan yang cukup lama.

“Karena memang yang sakit di ICU sudah agak parah sehingga dia lama di RS itu yang menyebabkan BOR isinya tinggi terus,” ujarnya.

Di sisi lain, hal yang sama juga dialami oleh Kota Malang di mana RS rujukan Covid-19 yang ada juga digunakan untuk menerima pasien dari daerah lain di seperti Kota Batu.

“Ketersediaan yang darurat itu sekarang yaitu pada bed ICU. Bukan pada bed isolasi biasa,” kata Walikota Malang, Sutiaji.

Sementara itu untuk ketersediaan bed isolasi di RS Lapangan Idjen Boulevard berdasarkan laman resmi rslm.inovamedika.com ada sebanyak 49 bed isolasi yang masih tersedia dari total jumlah tempat tidur sebanyak 320 unit.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *