Maaf Para Haters, Tren Bersepeda Diprediksi Bakal Bertahan Lama

[ad_1]

Sepeda perlahan memadati jalanan begitu PSBB dan lockdown mulai dilonggarkan di berbagai belahan dunia. Orang-orang yang tadinya tak terlalu tertarik dengan gowes mulai memahami betapa menariknya mengayuh sepeda. Bisnis sepeda pun meledak dalam waktu singkat, permintaan meningkat drastis.

Adam Sklar menggeluti usaha bengkel sepeda di Bozeman, Montana sejak delapan tahun lalu. Rakitan sepedanya yang berkualitas tinggi sudah terkenal di kalangan pesepeda Amerika. Sebelum pandemi, pesanan yang masuk daftar tunggunya diperkirakan baru akan rampung dalam dua tahun. Dia sampai harus berhenti menerima pesanan baru karenanya.

Ketika penjualan sepeda meroket pada 2020, Sklar semakin kesulitan memperoleh spare part yang dibutuhkan untuk memodif sepeda pelanggan. “Saya bisa saja bikin rangka sebanyak yang saya inginkan, tapi mencari spare part-nya itu yang susah,” keluhnya. “Banyak rangka yang tidak tersentuh karena komponennya belum lengkap. Cukup bikin frustrasi.”

Shabazz Stuart adalah CEO dan pendiri Oonee, perusahaan yang mengatasi kurangnya lahan parkir sepeda di Kota New York. “Setelah tiga kali kecurian sepeda dalam lima tahun,” ungkapnya, “saya berpikir bagaimana kalau kita menyelesaikan masalah ini?” Oonee membangun dan mengelola tempat parkir sepeda dan skuter yang aman. Sejauh ini, sudah ada dua lokasi percontohan di Kota New York. Oonee berharap bisa bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan dan mengakomodasi perubahan infrastruktur yang terjadi selama pandemi. Bagi Stuart, bersepeda bukan sebatas hobi.

Kebanyakan kurir di kota-kota seperti New York menggunakan sepeda untuk mengantar barang dari satu tempat ke tempat lain. Karena itulah mereka sangat membutuhkan lebih banyak lahan ramah sepeda. “Mereka adalah alasan bisnis restoran bisa tetap jalan, penduduk New York tidak kelaparan dan lalu lintas tetap terkendali,” tuturnya. “Bisa bayangkan gimana jadinya jika 80 ribu orang mengantar barang ke 4-10 tempat dalam sehari dengan mobil?”

Dia berharap peran besar para pekerja ini bisa lebih diakui dalam perekonomian Kota New York. “Orang bersepeda bukan karena ingin saja […] Ada yang naik sepeda karena alasan pekerjaan.”

Sklar sudah merampungkan beberapa sepeda rakitannya, dan kini berfokus memenuhi keinginan pelanggan satu per satu agar kualitas tetap terjamin. “Saya mengurangi jumlah pesanan sejak pandemi, dan melakukan bisnis yang lebih berkelanjutan untuk kedua belah pihak.”

Pengusaha sepeda seperti Stuart dan Sklar berharap semakin banyak yang beralih dari mobil ke sepeda dan skuter. “Jika kota bisa mengeluarkan program makan di luar ruangan dalam sekejap, [atau] publik mampu mengubah budaya dalam hitungan bulan,” maka—menurut Stuart—seharusnya kita juga bisa mengubah kehidupan perkotaan ke arah yang lebih baik.

Simak dokumenter VICE soal ledakan bisnis dan hobi sepeda selama pandemi di tautan awal artikel ini

[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.