Macam Tanaman Obat Alami untuk Mengatasi Keluhan Sakit

  • Bagikan
Ilustrasi tanaman obat yang bisa ditanam sendiri di pekarangan rumah. (Foto: Istimewa)


Tanaman obat atau TOGA (Tanaman Obat Keluarga) khusus di Indonesia, merupakan tanaman yang ditanam pada area di sekeliling rumah, halaman rumah, ditempatkan dalam pot atau ditanam pada kebun yang luasnya berukuran kecil.

Toga atau apotek hidup ini memiliki kandungan senyawa aktif atau bahan alami tertentu yang baik untuk menunjang kesehatan tubuh. Dalam setiap jenis tanaman mempunyai masing-maisng komposisi yang berbeda sehingga manfaatnya pun juga bervariasi antar satu dengan lainnya.

TOGA sangat berguna manakala dalam keadaan darurat, seperti keluarga yang tengah sakit. Sejak dari zaman dulu yang secara turun temurun tanaman obat sering kali dijadikan sebagai bahan alami untuk mengatasi berbagai jenis penyakit.

Kendati demikian, penggunaan tanaman TOGA sebagai pengobatan tetap membutuhkan konsultasi dengan dokter. Hal itu untuk memperjelas terkait cara penggunaan, kadar konsumsi, dan efek sampingnya untuk tubuh.

Asal Usul TOGA

Pemanfaatan tanaman obat ternyata sudah ada sejak zaman pra-sejarah, pada awalnya rempah-rempah digunakan sebagai bumbu penyedap makanan namun lambat laun diketahui memiliki beragam manfaat terutama pada rempah-rempah yang memiliki kandungan antimikroba sehingga bisa membantu mengawetkan makanan.

Zaman dahulu cara mengawetkan makanan muncul ketika berada di wilayah tropis jika tidak diawetkan maka semua persediaan makan akan menjadi rusak atau busuk, berbeda dengan wilayah yang memiliki musim dingin maka makanan bisa diawetkan dengan temperatur rendah sehingga persediaan makanan akan bertahan lumayan lama.

Penggunaan tanaman TOGA ketika zaman pra-sejarah juga didukung dengana adanya bukti arkeologis, bahwa manusia saat itu menggunakan tumbuhan obat setidaknya sejak zaman Paleolitikum atau sekitar 60 ribu tahun yang lalu. Dari hasil sampel yang dikumpulkan di lokasi pra-sejarah Neanderthal Gua Shanidar di negara Iran, ditemukan sejumlah polen dari 8 spesies tumbuhan, dengan 7 diantaranya masih digunakan hingga sekarang sebagai salah satu pengobatan herbal.

Studi mengenai rempah daun telah dilakukan sejak 5000 tahun lalu di Sumeria, dan tertulis di tablet tanah liat yang memuat daftar ratusan tumbuhan obat. Kemudian pada tahun 1500 SM bangsa Mesir Kuno menulis Papirus Eber yang berisi lebih dari 800 tumbuhan obat, termasuk di antaranya bawang putih dan mariyuana. Lalu di negara India, pengobatan Ayurveda telah menggunakan berbagai tumbuhan obat sejak 1900 SM.

Kaisar China Shennong disebutkan telah menulis setidaknya 365 tumbuhan obat dan pemanfaatannya, termasuk mariyuana dan ephedra (yang menjadi asal kata nama obat ephedrine). Pada Yunani Kuno, setidaknya tumbuhan obat juga telah dipelajari sejak abad ke 3 SM oleh Diocles of Carystus, tetapi sebagian besar isinya mirip dengan yang ditemukan di Mesir.

Jenis Senyawa Fitokimia

1. Metabolit Primer, seperti adanya kandungan gula dan lemak yang ada di seluruh jenis tumbuhan.

2. Metabolit Sekunder, yakni kandungan yang tidak ditemukan pada semua jenis tumbuhan, karena dalam tumbuhan memiliki jenis serta fungsi metabolit sekunder yang berbeda.

– Macam tumbuhan mensitesis dari berbagai jenis fitokimia turunan dari senyawa biokimia dasar:

1. Alkaloid

Merupakan salah satu senyawa kimia yang memiliki cincin nitrogen, dan dihasilkan dari berbagai jenis organisme seperti bakteri hingga animalia yang dimurnikan dengan cara menggunakan ekstraksi asam-basa, macam alkaloid bersifat toksik bagi organisme lain, Contohnya alkaloid adalah kafeina yang memiliki rasa pahit.

2. Polifenol

Sebuah senyawa yang mengandung cincin fenol, seperti polifenol yakni antosianin yang memberi warna ungu pada anggur, tannin yang memberi rasa pada teh, dan isoflavon dari kedelai.

3. Glikosida

Merupakan molekul gula yang terikat dengan substansi non-karbohidrat, biasanya pada senyawa organik, glikosida juga berperan sebagai media penyimpanan energi pada tumbuhan dan dapat diaktifkan melalui hidrolisis oleh enzim yang melepaskan rantai gula dari glikosida sehingga dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan.

4. Terpena

Senyawa organik yang umumnya dihasilkan oleh konifer yang memiliki aroma kuat dan berfungi melindungi konifer dari serangan serangga, yakni pada resin atau getah konifer. Sedangkan untuk manusia, terpena dimanfaatkan sebagai parfum, pemberi rasa pada makanan, dan aromaterapi.

Ilustrasi tanaman meniran. (Foto: Istimewa)

Macam Tanaman Obat Beserta Manfaatnya

1. Meniran

Meniran hampir mirip dengan tumbuhan putri malu, keberadaannya juga cukup liar karena bisa ditemui dipinggiran jalan, siapa sangka jika tanaman yang dianggap sebagai rumput tersebut memiliki khasiat yakni menurunkan gula darah, mencegah batu ginjal, meningkatkan kesehatan hati, menangkal radikal bebas, bersifat antimikroba, mengobati rematik, mengatasi penyakit kulit, dan bahkan mengobati penyakit kuning.

Ilustrasi tanaman temu mangga. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tanaman temu mangga. (Foto: Istimewa)

2. Temu Mangga

Keberadaan temu mangga ternyata dikenal sebagai jenis rempah, yang sebenarnya memiliki manfaat dalam pengobatan seperti membantu meningkatkan daya tahan tubuh, antioksidan tinggi, mengandung kandungan anti kanker, mengandung antiinflamasi, dan juga meremajakan kulit, karena dalam temu mangga terdapat kandungan antiseptik alami, yang bersifat laksatif yakni kandungan yang sering ditemukan pada obat pencahar.

Ilustrasi tanaman sambiloto. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tanaman sambiloto. (Foto: Istimewa)

3. Sambiloto (The King of Bitter)

Tanaman yang juga dikenal pahit tersebut ternyata juga memiliki banyak khasiat, diantaranya untuk menurunkan demam, anti-parasit dan bakteri, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah kanker, mencegah diabetes, mengatasi flu, meningkatkan fungsi hati, mencegah penyakit jantung, membantu menyembuhkan infeksi sinusitis, baik untuk pencernaan, serta mengatasi anemia, untuk itu sambiloto juga dijuluki sebagai “The King of Bitter”.

Ilustrasi tanaman daun saga. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tanaman daun saga. (Foto: Istimewa)

4. Daun Saga

Tanaman daun saga juga termasuk jenis tanaman liar, namun sebenarnya mengandung banyak manfaat di dalamnya seperti kandungan Protein, Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B6, Vitamin C, Saponin, Flavonoid, Tannin, Alkaloid, Kalsium oksalat, Glisirizin, Flisirizinat, Polygalacturomic acid, dan Pentosan, yang berguna untuk mengatasi demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit perut, flu, asma, sakit mata, malaria, gigitan serangga dan ular, hingga membantu merawat rambut.

Ilustrasi tanaman kumis kucing. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tanaman kumis kucing. (Foto: Istimewa)

5. Kumis Kucing

Merupakan salah satu bunga yang kaya manfaat dan mungkin sudah tidak asing di dengar oleh telinga, yang bermanfaat dalam melancarkan saluran kemih, mengobati rematik, asam urat, batuk, diabetes, hipertensi, gusi bengkak, serta meringankan luka di kulit.

Ilustrasi tanaman bunga kenop. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tanaman bunga kenop. (Foto: Istimewa)

6. Bunga Kenop

Tanaman bunga kenop atau yang biasa disebut bunga kancing dan kembang puter ini berasal dari Amerika dan Asia, yang sebenarnya banyak digunakan sebagai tanaman hias, yang memiliki manfaat untuk mengobati radang mata, sakit kepala, demam, disentri, batuk, asma, juga menambah nafsu makan.

Ilustrasi tanaman daun tempuyung. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tanaman daun tempuyung. (Foto: Istimewa)

6. Daun Tempuyung

Daun tempuyung mengandung banyak sumber alami yang baik untuk tubuh seperti asam amino, polifenol, protein; alfa dan beta-amyrin, lipid, hidrokarbon polimer, lupeol, pseudotaraxasterol, dan taraxasterol, yang bermanfaat untuk mengurangi kadar asam urat, mengatasi batu ginjal, mencegah hipertensi, menyembuhkan peradangan, dan mengobati luka bakar atau memar.

Ilustrasi tanaman sosor bebek. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tanaman sosor bebek. (Foto: Istimewa)

7. Sosor Bebek

Tanaman sosor bebek banyak digunakan sebagai hiasan rumah, tetapi sebenarnya memiliki khasiat bagi pengobatan, seperti menyembuhkan luka, meredakan sakit kepala dan demam, mengatasi sakit gigi, mengobati wasir, melegakan pernapasan, mengatasi gigitan nyamuk, serta meredakan sakit amandel, karena dalam tanaman sosor bebek terdapat kandungan antiseptik.

Ilustrasi tanaman keji beling. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tanaman keji beling. (Foto: Istimewa)

8. Keji Beling

Daun keji beling biasa tumbuh di daerah tropis seperti negara Indonesia, yang ternyata keji beling juga disa digunakan untuk mengobati beberapa masalah kesehatan seperti penyakit diabetes, kanker, tumor, batu ginjal, wasir, ambeien, menangkal radikal bebas, dan juga bisa membantu meringankan depresi.

Ilustrasi tanaman daun sage. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tanaman daun sage. (Foto: Istimewa)

9. Daun Sage

Meski tidak banyak dikenal, ternyata daun sage biasa digunakan untuk bumbu masakan dan juga digunakan sebagai salah satu bahan baku pembuatan pengharum pada sabun juga kosmetik. Dalam daun sage banyak mengandung nutrisi juga vitamin yang bermanfaat untuk menurunkan gula darah dan kolesterol, pengobatan alzheimer, mengendalikan peradangan, mengurangi gejala manapouse, menyehatkan mulut, mencegah diare, menyehatkan tulang, dan menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Ilustrasi tanaman pegagan. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tanaman pegagan. (Foto: Istimewa)

10. Pegagan

Tanaman pegagan atau yang memiliki nama latin Centella asiatica, yang biasa digunakan dalam kandungan skincare, selain bisa mengurangi efek penuaan dini dan mengatasi masalah jerawat, ternyata tanaman pegagan juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti membantu meningkatkan fungsi otak dan daya ingat, mengatasi depresi, memperbaiki sirkulasi darah, menyamarkan stretchmark, menyembuhkan luka, sampai mengobati penyakit alzheimer.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *