Mahasiswa Indonesia di Turki Jumlahnya terus Meningkat

  • Bagikan
Mahasiswa Indonesia di Turki, bernuansa Eropa (foto: istimewa)


Mahasiswa Indonesia yang kuliah di Turki, setiap tahunnya terus meningkat. Sampai saat sedikitnya 1.600 mahasiswa Indonesia yang kuliah di berbagai perguruan tinggi Turki dengan berbagai pilihan jurusan (prodi).

Suzy Taviana, CEO Turknesia Edu Foundation kepada Ngopibareng.id menerangkan bahwa calon mahasiswa yang berminat kuliah di Turki mempunyai berbagai latar belakang pendidikan termasuk lulusan pondok pesantren.

“Dari pondok pesantren di Jawa Timur juga banyak, yang melanjutkan kuliah di Turki,” kata Suzy, Minggu 23 Mei 2021.

Menurut Suzy, selain minat yang tinggi para siswa yang ingin kuliah di luar negeri khususnya di Turki ada beberapa hal penting yang harus dipersiapkan dengan cermat. Pertama, terang Suzy, masa pandemi ini adalah persiapan kesehatan, kesehatan harus prima karena di Turki berbeda dengan di Indonesia ada di empat musim.

Kedua, lanjut Suzy, kemampuan akademis dan minat. Universitas di Turki memiliki standar yang tinggi dalam pembelajaran, maka mahasiswa international harus menyiapkan mental dan akademik yang baik untuk bisa bersaing dan berprestasi.

Selanjutnya, persiapan biaya. Turki adalah surga bagi mahasiswa internasional karena biaya hidup dan biaya kuliah di universitas negerinya sangat murah, bahkan dibandingkan kuliah di Indonesia.

“Yayasan Turknesia Edu Foundation berhati-hati dalam memberikan pendampingan calon mahasiwa yg akan kuliah di Turki. ‘Mengingat kondisi pandemi dan kuliah di luar negeri saat ini masih begitu rawan, maka Turknesia membekali berbagai kesiapan dalam pendampingan calon mahasiswa sejak dari Indonesia hingga berkuliah selama 1 tahun pertama di Turki,” terang Suzy.


Mahasiswa Indonesia di Turki punya kesempatan berekreasi bersama untuk saling mengenal. (Foto: Istimewa)

Bentuk pendampingan antara lain calon mahasiswa dibantu untuk menyiapkan dokumen terbaik agar mampu menembus universitas terbaik di Turki. Mereka kemudian diberikan pembekalan bahasa Turki selama prakuliah. Lalu, lanjut Suzy, calon mahasiswa didampingi belalar Bahasa Turki wajib (Tomer) selama satu tahun, dan diberikan bekal serta pendampingan kesehatan juga psikologi dengan penanganan profesional.

”Layanan lengkap ini memberikan jaminan bagi calon mahasiswa agar merasa aman dan nyaman dalam melaksanakan perkuliahan di Turki, sejak mereka melakukan persiapan di Indonesia,” jelas Suzy.

“Selama di Turki, kami bekerja dengan pendampingan penuh 24 jam 7 hari, utamanya masalah kesehatan selama pandemi ini, agar anak-anak semua sehat tanpa kendala selama belajar di masa adaptasi awal berada di Turki. Inilah salah satu keistimewaan Turknesia yang tidak dimiliki lembaga lain yang mengirim mahasiswa ke luar negeri,” sambung dia.

Suzy juga mengungkapkan beberapa alasan para mahasiswa memilih kuliah di Turki. Antara lain Turki merupakan negara maju yang tergabung dalam G-20 bersama sejumlah Negara Eropa dan menjadi pintu gerbang komunikasi Internasional dua benua yaitu Asia dan Eropa dengan kedudukan geopolitik yang unik dan menjadi sumber berbagai kemajuan dan kerjasama Internasional.

“Kerena merupakan negara maju sejak lama dengan dua imperium besar yang menjadi pusat peradaban dunia, maka kelengkapan infrastrukturnya di semua sektor sangat bagus. Transportasi, jalan-jalan, sarana umum, ibadah khususnya sarana Pendidikan, sangat bagus dan terdepan dengan sains dan teknologi sebagai basis kemajuan,” tutur Suzy.

Negara Turki yang aktif di dalam pergaulan Internasional dengan leadership yang kuat adalah salah satu garda depan Negara muslim yang maju dengan berbagai keunggulannya. Penduduknya yang ramah dan santun 95 persen adalam pemeluk Islam dengan praktik peribadatan yang bagus. Tatanan pemerintahan dan kota yang rapi, bersih serta mengutamakan kesehatan lingkungan.

Biaya kuliah di Turki sangat murah di universitas negeri kisaran Rp 1.500.000 juta sampai Rp 5.000.000 juta (di luar kedokteran), dengan biaya hidup (tinggal dan makan) yang sangat terjangkau bagi mahasiswqa layaknya kuliah di luar kota di Indonesia.

Beasiswa banyak sekali diberikan oleh Pemerintah hingga Lembaga Non Government untuk mendukung mereka yang ingin kuliah jenjang S1, S2, dan S3 di Turki dengan beasiswa penuh. Salah satu negara yang memberikan beasiswa penuh setiap tahun dengan mengundang lebih dari 200 negara untuk mengirimkan delegasinya.

“Keuntungan yang pasti lainnya adalah beasiswa Erasmus dan Mevlana, dimana calon mahasiswa berkesempatan mencecap Pendidikan tinggi di negara Eropa lainnya dengan beasiswa penuh selama 1 semester dan nilainya resmi merupakan bagian dari kurikuler program. Anda bisa belajar berbagai minat di bidang Pendidikan yang kamu pilih di Negara Eropa lainnya seperti Jerman, Prancis, Austria, Italia, Uni Rusia, Kazakhstan, dan lainnya,” terang Suzy.

Negara Turki yang elok merupakan daerah tujuan wisata dunia paling populer. Kota-kota di Turki dimana kamu kuliah banyak yang merupakan wilayah tujuan kelas dunia, dari Istanbul di Eropa sampai ke Konya, dan lainnya. Pilihan daerah wisata belanja, keindahan alam, peninggalan sejarah masyhur, wisata, religi, sampai resort ski kelas dunia ada di Turki.

Didukung dengan transportasi dan fasilitas modern, hidup di Turki sungguh berwarna dengan aktivitas yang kaya dan berada di kawasan 4 musin yang dinamis. Menjadikan kamu betah untuk kuliah dan tinggal bersama masyarakat pelajar Internasional lebih dari 200 negara.

Masyarakat Turki yang ramah terhadap pendatang, menyambut kedatanganmu sebagai “Saudara” sesama muslim yang hangat dimana mereka sangat ramah dalam menjamu tamu dan melayani segala kebutuhan kalian. Keramahan mereka lebih menonjol manakala mereka menyambut atau bertemu dengan mahasiswa Internasional-khususnya dari Indonesia yang mereka kenal sebagai “Saudara” dalam sejarah peradaban muslim masa lampau.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *