Mahasiswa ITS Kembangkan Aplikasi Jual-Beli Sampah

Tampilan aplikasi Rongsokin yang dibuat mahasiswa ITS (Foto: dok. Humas ITS)

[ad_1]

Sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuat aplikasi bank sampah digital yang membantu masyarakat menjual rongsokannya kepada pengepul.

Aplikasi yang dinamai Rongsokin tersebut digagas oleh tim yang terdiri, Annisyah Amelia Fadhilah, Muhammad Adib Afkari, Cellerina Yolanda Evitasari, dan Shafira Cahyasakti, Farid Cenreng, mereka dari Departemen Teknik Elektro dan Teknik Komputer.

Ketua tim Rongsokin, Annisyah Amelia Fadhilah mengatakan Aplikasi tersebut menyediakan jasa jual-beli barang rongsokan melalui pengepul keliling yang bisa diakses kapanpun secara daring.

Pengguna aplikasi hanya perlu mencentang jenis barang rongsokan yang ingin dijual. Kemudian, mencantumkan alamat rumah dengan lengkap, dan pengepul yang membeli rongsokannya langsung menuju ke lokasi.

“Pengepul akan menjemput barang rongsokannya dan melihat kondisi barang, lalu transaksi dilakukan,” kata Annisyah, Jumat, 8 April 2022.

Jenis-jenis barang rongsokan yang bisa digunakan dalam transaksi ini adalah barang elektronik, plastik, kertas, kaca, logam, dan kain. Setiap barang memiliki harga yang sudah dipatok di dalam aplikasi.

“Kami sudah mematok harga di dalam aplikasi agar para pengepul bisa mendapat uang yang sudah semestinya, karena seringkali kami lihat para pengepul mendapat hasil yang lebih kecil dari seharusnya,” jelasnya.

Annisyah mengungkapkan, uang yang diperoleh dari hasil transaksi akan divaluasi ke dalam rongsok poin, di mana akumulasi poin bisa ditukarkan ke dalam rupiah dalam bentuk e-money. “Kami sudah berencana untuk bekerjasama dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, OVO, dan platform e-money lainnya,” ucapnya.

Hingga saat ini, aplikasi Rongsokin sudah bisa diakses oleh masyarakat umum melalui Google Play. Di dalamnya, sejumlah 30 pengepul telah bergabung dengan aplikasi ini dan siap melayani transaksi. “Namun, sementara ini transaksi hanya bisa dilakukan di daerah Surabaya saja,” ujar dia.

Annisyah pun berharap nantinya aplikasi Rongsokin tersebut bisa terus berkembang dan menggaet banyak pengguna aktif, serta dapat bermanfaat bagi masyarakat secara luas.

“Setelah Rongsokin banyak berkembang, kami juga berharap bisa me-launching Rongsok Care dan Rongsok Society, semacam aksi peduli kepada orang-orang di sekitar kita,” tutupnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.