Mahasiswa UB Buat CCTV Covid-19 Pantau Penerapan Prokes

Cara kerja CCTV Covid-19 hasil karya mahasiswa UB. (Foto: istimewa)

[ad_1]

Sebanyak lima mahasiswa Universitas Brawijaya atau UB, Malang, Jawa Timur merancang kamera pengintai atau CCTV Covid-19 untuk memantau penerapan protokol kesehatan di jalan raya.

Kelima mahasiswa tersebut yaitu Muchammad Nasyruddin Hakim, Alfian Fitrayansyah, Affan Affandi, Muhammad Lutfi Ardiansyah dan Akmal Adnan Attamami.

Salah satu anggota tim, Muchammad Nasyruddin Hakim mengatakan bahwa ide pembuatan CCTV Covid-19 ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya kepatuhan masyarakat akan penerapan protokol kesehatan.

Untuk mendeteksi adanya pelanggaran protokol kesehatan, CCTV Covid-19 tersebut akan merekam wajah dan plat nomor pengemudi sepeda motor yang berhenti di traffic light.

Kamera CCTV Covid-19 tersebut sudah dibekali dengan Artificial Inteligence (AI) sehingga memungkinkan untuk mendeteksi pemakaian masker para pengendara motor.

“Hasil foto plat nomor pelanggar tersebut dapat digunakan untuk melacak identitas pelanggar melalui data kepemilikan plat nomor. Setelah didapat identitas pelanggar, lalu data disinkronkan dengan data SIM untuk dicek alamat dari pengendara tersebut,” ujarnya pada Senin, 12 Juli 2021.

Setelah diidentifikasi data dari pengendara, ujar Hakim, maka sistem akan memproses dengan melakukan pemetaan alamat pada identitas yang didapat sebagai daerah yang berpotensi Covid-19 karena salah satu masyarakatnya tidak mematuhi protokol kesehatan saat di jalan.

“Setelah dipetakan daerah yang berpotensi Covid-19, maka pemerintah dapat melakukan tindakan preventif di daerah tersebut, seperti melakukan sosialisasi atau bahkan memberi sanksi terhadap pelanggarnya,” katanya.

Hakim melanjutkan dengan adanya CCTV Covid-19 ini dapat membantu pemerintah dalam melakukan pemetaan potensi persebaran virus corona di suatu daerah.

“Dengan memetakan persebaran daerah berpotensi terkena Covid-19. Maka pemerintah dapat melakukan tindakan preventif sebelum tingginya kasus Covid-19 di daerah tersebut seperti melakukan penyuluhan serta memberikan sanksi tegas khusus daerah tersebut,” ujarnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.